Sabtu, 21 Apr 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Indeks Kebahagiaan Warga Jateng Meningkat

Senin, 11 Dec 2017 16:12 | editor : Bayu Wicaksono

Hampir di setiap kegiatan, Ganjar menyempatkan bertatap muka secara langsung dengan warga.

Hampir di setiap kegiatan, Ganjar menyempatkan bertatap muka secara langsung dengan warga.

SEMARANG - Indeks Kebahagiaan warga Jawa Tengah (Jateng) yang diukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami peningkatan, bahkan mampu mengungguli provinsi tetangga. 

BPS mencatat indeks kebahagiaan di Jateng tahun 2017 sebesar 70,92. Nilai ini meningkat cukup signifikan dibandingkan indeks kebahagiaan 2014 yang hanya 67,81.

Indeks kebahagiaan Jateng ini lebih tinggi dibandingkan angka Nasional sebesar 70,69. Bahkan mengungguli kebahagiaan di Jawa Barat sebesar 69,58 dan Jawa Timur sebesar 70,77.

“Kebahagiaan orang Jateng lebih tinggi dari Nasional, kita nomor 12, mengungguli Jatim dan Jabar,” kata Kepala BPS Jateng, Margo Yuwono.

Beberapa kinerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mendapat perhatian publik ialah reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur, penurunan kemiskinan, pembangunan sektor pariwisata, pembangunan rumah sehat layak huni, dan akses kredit bunga rendah untuk UMKM.

Komunikasi Ganjar dengan warga yang dibuka seluas-luasnya baik melalui media sosial maupun tatap muka, turut mempengaruhi penilaian publik pada gubernurnya. Tidak hanya keluhan yang disampaikan, publik juga mengapresiasi kebijakan Ganjar dalam pembangunan jalan dan perhatiannya pada warga miskin.

Guru Besar Ekonomi Universitas Diponegoro, FX Sugiyanto menilai secara umum program-program Ganjar bisa dikatakan berhasil. Sejumlah program dalam bidang ekonomi berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Saat ini pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 5,18%, lebih tinggi dari Nasional 5,01%.

“Bicara reformasi birokrasi suka tidak suka Jateng sekarang leader,” tegasnya.

Reformasi birokrasi yang patut mendapat apresiasi, menurut Sugiyanto adalah pembangunan sistem GRMS (Government Resource Management System). Dengan GRMS, Jateng bisa menekan kebocoran anggaran. “Ini rintisan birokrasi yang bersih. Setiap orang bisa mengakses dan mengawasi penggunaan sumber daya dari perencanaan dan pelaksanaan,” jelasnya.

Dalam hal infrastruktur, Pemprov Jateng juga memiliki peranan signifikan pada infrastruktur pedesaan. Jalan-jalan kampung di desa saat ini mayoritas sudah beton. “Infrastruktur Jateng sangat bagus, dan sekarang ada tren Jateng tujuan investasi, berarti prospeknya bagus, stabilitas sosial jarang ada gejolak, ini tidak lepas dari leadership gubernur,” katanya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia