Rabu, 13 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Polisi Tetapkan Tiga Karyawan Bank UOB Tersangka

Kamis, 07 Dec 2017 18:24 | editor : Bayu Wicaksono

Roestina Cahyo Dewi (kanan) saat menggelar jumpa pers, Kamis (7/12)

Roestina Cahyo Dewi (kanan) saat menggelar jumpa pers, Kamis (7/12) (ISWARA BAGUS N/RADAR SOLO)

SOLO - Penyidik Polresta Surakarta menetapkan tiga karyawan Bank UOB sebagai tersangka. Ketiganya diduga kuat melakukan tindak pidana khusus kejahatan perbankan di Bank UOB Soemoharjo, Jebres.

Tiga karyawan yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Vincensius Henry, Meliawati dan Natalia. Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi mengatakan, para tersangka memiliki peran dalam meloloskan pencairan uang tabungan milik nasabah bernama Roestina Cahyo Dewi.

Dalam mengusut perkara tindak pidana kejahatan perbankan pasal 49 ayat 2 huruf b jo pasal 29 UU No 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan dengan ancaman maksimal 8 tahun ini, lanjut Kasat, telah terpenuhinya pelanggaran hukum yakni ketiga tersangka tidak menjalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Sebab uang tabungan milik bersama atas nama Roestina Cahyo Dewi dan Waseso, lanjut Agus Puryadi, mestinya dapat diambil secara bersama. Namun pengambilan uang secara bertahap hingga 18 kali bisa dilakukan oleh Waseso dengan cara memalsukan tanda tangan dan tanpa konfirmasi kepada Roestina Cahyo Dewi. Atas pengambilan uang tabungan yang menyalahi aturan perbankan itu, Roestina Cahyo Dewi mengalami kerugian hingga 1.745.936,85 USD atau Rp 21,6 miliar. 

Dua berkas berita acara pemeriksaan (BAP) dari kedua tersangka yakni Vincensius Henry dan Meliawati sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surakarta, pada Rabu (5/12). Sedangkan BAP tersangka Natalia masih dalam proses. ''Untuk berkas BAP bagi tersangka Natalia masih di tangan penyidik,'' ungkapnya.

Konsultan Hukum Roestina Cahyo Dewi, Dimas Andy Yusworo SH, mengapresiasi kinerja Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo dan jajaran penyidik Satreskrim yang telah melimpahkan kasus ini hingga ke JPU.

Namun Dimas Andy berharap, bukan hanya tiga pegawai Bank UOB yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab mereka hanya menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan. ''Harusnya pejabat struktur managerial Bank UOB pusat juga bertanggung jawab dalam kasus ini,'' tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Bank UOB Pusat, Indah SH hingga Kamis (7/12) sore, belum ada respons ketika dihubungi melalui sambungan telepon dan SMS.

(rs/isw/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia