Jumat, 15 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Sragen

Tenaga Medis Minim, RSUD Sragen Bakal Rekrut Pegawai

Kamis, 07 Dec 2017 15:50 | editor : Bayu Wicaksono

RSUD Sragen

RSUD Sragen (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Kekurangan tenaga kerja medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen akan segera teratasi. Rencananya pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, managemen rumah sakit akan membuka lowongan untuk mencukupi tenaga medis.

Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr Didik Haryanto mengatakan, tidak lama lagi pihaknya akan membuka lowongan tenaga medis non-PNS di rumah sakit milik daerah ini. ”Soal tenaga medis sebentar lagi. Perkiraan Desember-Januari. Tenaga medis yang dibutuhkan sekitar 150 sampai 160 orang,” ujarnya.

Secara rinci kebutuhan tidak mendetail. Namun secara umum terjadi di bagian perawat, farmasi, rekam medis, dan untuk dokter membutuhkan spesialis jantung, mata, kulit dan bedah tulang.

Agar transparan, rekrutmen ini akan menggandeng pihak ketiga untuk menjaring petugas yang unggul. Dijamin tidak akan ada titipan dalam rekrutmen ini. Namun demikian, beberapa pegawai sukarela memiliki peluang besar untuk diterima sebagai pegawai non-PNS di lingkungan RSUD.

Sejauh ini ada 47 tenaga sukarela yang membantu RSUD Sragen. Kebanyakan mereka bekerja sebagai bidan dan perawat. Lantaran sukarela mereka tidak mendapatkan kepastian pendapatan selama bekerja. Namun sejauh ini peluang mereka cukup besar.

”Meski dalam rekrutmen kami minta pihak ketiga, namun secara attitude keseharian sudah bisa dinilai,” terangnya.

Selain itu, di RSUD juga memanfaatkan kinerja 50 tenaga magang. Mereka ini tidak dibayar namun justru membayar Rp 200 ribu per bulan. ”Kalau tidak ada tenaga magang, kami jujur juga kesulitan,” terangnya.

RSUD Sragen merupakan badan layanan usaha daerah (BLUD), sehingga untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan rumah sakit. Namun demikian, untuk RSUD Sragen tidak memiliki kewajiban membayar pendapatan asli daerah (PAD). Selain keperluan tenaga medis, masih banyak yang harus diperhatikan seperti infrastruktur penunjang dan peralatan medis.

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia