Senin, 11 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Wali Kota Rudy: Butuh Gotong Royong Perbaiki RTLH

Kamis, 07 Dec 2017 14:56 | editor : Bayu Wicaksono

Pemkot bisa melanjutkan perbaikan 10 unit RTLH lagi.

Pemkot bisa melanjutkan perbaikan 10 unit RTLH lagi. (WILDAN/RADAR SOLO)

SOLO – Masyarakat tak bisa menutup mata lagi terhadap kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di sekitar lingkungan mereka. Para tetangga diminta untuk ikut terlibat membantu, baik dari sisi tenaga atau hidangan. Sebab, dana yang digelontorkan untuk perbaikan RTLH tak akan meng-cover biaya tenaga dan makanan.

Hingga saat ini masih ada 11.036 unit RTLH di Kota Bengawan. Perbaikan RTLH akan dilakukan dengan sasaran 1.000 unit per tahun. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengungkapkan, dana yang dialokasikan untuk perbaikan RTLH yakni Rp 15 juta per unit. Dana itu seluruhnya harus digunakan untuk membeli material atau bahan bangunan.

”Sekarang kalau mbangun rumah Rp 15 juta, itu dapat apa? Makanya itu dimaksimalkan untuk bahan-bahannya saja. Nanti mbangun-nya dengan sistem gotong royong. Tenaga linmas (perlindungan masyarakat) juga wajib dikerahkan,” kata Rudy.

Lantaran butuh tenaga yang banyak secara sukarela, maka Rudy meminta pihak kelurahan untuk aktif menyosialisasikan kegiatan perbaikan RTLH ke seluruh masyarakat. Sehingga warga sekitar lokasi pembangunan RTLH diminta untuk meluangkan waktu membantu tetangganya, baik secara tenaga maupun sekadar hidangan ringan.

”Yang terpenting adalah mengembalikan nilai-nilai gotong royong di masyarakat. Sekarang masyarakat lebih senang mengeluarkan uang daripada ikut kerja bakti. Makanya, sekarang kami gerakkan lagi budaya gotong royong,” papar Rudy.

Untuk menuntaskan perbaikan seluruh unit RTLH, pemkot akan memulai dengan target 1.000 unit setahun. Rinciannya, 418 unit mendapatkan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK), 409 unit dari program Pemprov Jawa Tengah, 100 unit dari APBD Solo, dan sisanya merupakan bantuan dari corporate social responsibility (CSR) pihak swasta.

“Ini tadi juga tidak menyangka dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) memberikan CSR untuk 10 unit perbaikan RTLH,” ucap Rudy.

Sekretaris daerah (Sekda) Surakarta Budi Yulistianto juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menerapkan sistem gotong royong dalam pembangunan Kota Solo. Menurutnya, gotong royong menjadi satu kunci kesejahteraan di masyarakat. ”Kalau dengan tetangga rukun kan hidup juga enak, bahagia, dan sejahtera. Sebaliknya, kalau rumahnya sudah tidak sehat, dengan tetangga berantem,  ya kapan sejahtera,” papar Budi.

(rs/irw/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia