Jumat, 15 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Kado Istimewa bagi Anak Terinfeksi HIV/AIDS

Dahulu Sumpek, Kini Kamar Ber-AC

Kamis, 07 Dec 2017 14:19 | editor : Bayu Wicaksono

Anak-anak Yayasan Lentera Surakarta mulai menempati rumah barunya.

Anak-anak Yayasan Lentera Surakarta mulai menempati rumah barunya. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Virus mematikan yang menggerogoti tubuh belasan anak ini tak bisa menghalangi keceriaan mereka. Apalagi setelah mendapat kado istimewa berupa tempat tinggal baru yang jauh lebih layak dibandingkan sebelumnya.

       Berkali-kali pindah lokasi penampungan, mulai kemarin (6/12), anak-anak yang dirawat Yayasan Lentera Surakarta itu bisa menetap dan beraktivitas dengan nyaman di kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti, Pucangsawit, Jebres, kemarin (6/12). 

“Senang. Rumahnya bagus, kamarnya bagus,” jelas Gadis (nama samaran) kepada Jawa Pos Radar Solo.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo (kiri) saat acara seremonial penyerahan bantuan rumah singgah.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo (kiri) saat acara seremonial penyerahan bantuan rumah singgah. (BAHTIAR/RADAR SOLO)

Usia acara seremonial yang dihadiri Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Gadis 11 tahun itu bersama teman-temannya kemudian menjelajah setiap sudut ruangan.

Begitu masuk kamar tidur, senyum anak tertua Yayasan Lentera itu kembali mengembang. “Kamarnya bagus, warna-warni. Ada AC-nya juga,” ujarnya polos. 

Rasa penasaran belum hilang. Gadis kemudian mendekati kasur. Masing-masing anak mendapatkan jatah satu tempat tidur. Ini menjadi kado istimewa. Sebab, sebelumnya mereka harus berdesakan di satu kasur.

Fasilitas lainnya adalah satu anak satu lemari untuk menyimpan barang. “Kamar untuk anak putri ada tujuh kasur dan tujuh lemari. Tempat tidur buat adik bayi juga ada dua,” terang Gadis. 

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, hunian tersebut cukup lapang. Terutama di ruang bagian tengah. Cukup untuk berinteraksi belasan anak. Kamar mandi juga dilengkapi dengan shower dan penghangat air. “Senang. Nanti mandinya bisa pakai pancuran,” jelas Soni (nama samaran), anak Yayasan Lentera lainnya.

Tersedia pula satu gudang untuk menyimpan tambahan kasur, serta satu ruangan khusus perawatan anak. Peralatan penunjang kegiatan belajar juga tertata rapi di samping tempat tidur.

Sungguh menjadi pemandangan yang mengharukan ketika anak-anak terinfeksi HIV dan AIDS bisa tetap ceria dan seperti tak sabar menanti segera tidur di kasur barunya.

Ketua Yayasan Lentera Yunus Prasetyo mengapresiasi upaya pemkot, Kementerian Sosial RI, dan pihak swasta yang telah mewujudkan hunian layak bagi anak-anak tersebut.

“Hampir lima tahun kami mengurus ini. Dan kami sudah pindah di sejumlah tempat. Mulai dari Kelurahan Bumi, Kelurahan Kedunglumbu, dan tempat lainnya. Sekarang, anak-anak dapat tempat lebih baik. Ini luar biasa sekali,” beber Yunus.

Wali Kota Rudy menuturkan, hunian bagi anak penderita HIV/AIDS menjadi yang pertama di Indonesia. Dia berharap bisa memberi kebahagiaan, rasa aman, dan nyaman.

Rudy menjamin mereka akan mendapatkan perlakuan lebih baik. “Terima kasih pada sejumlah pihak yang terlibat dalam peresmian rumah hunian ini. Pemkot hanya memfasilitasi lahan, selanjutnya banyak yang ingin membantu. Terima kasih untuk Presiden Direktur Lottemart Yosep V. Buntaran yang bersinergi dengan pemkot, dan Kementerian Sosial dalam merealisasikan rumah ini,” papar wali kota.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia