Jumat, 19 Jan 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

DPRD Pelototi Proyek Molor di Sragen

Rabu, 06 Dec 2017 13:50 | editor : Bayu Wicaksono

DPRD Sragen mengeluhkan banyak paket proyek pembangunan bersumber dari APBD 2017 yang molor.

DPRD Sragen mengeluhkan banyak paket proyek pembangunan bersumber dari APBD 2017 yang molor.

SRAGEN – Sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan belum juga rampung, jelang akhir tahun. Kondisi tersebut mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen. Legislatif meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen mengambil sikap tegas kepada pelaksana proyek yang yang tidak sesuai harapan.

Anggota Komisi III DPRD Sragen, Muhammad Haris Effendi mengeluhkan banyak paket proyek pembangunan bersumber dari APBD 2017 yang molor. Ada sekitar 6 paket yang dipantau. Yakni Jalan Plosorejo-Wonotolo, Sambirejo- Sambi, Bangunrejo- Gondang, Gesi-Poleng, Mondokan-Pare, Srimulyo-Gondang, dan Ring Road Selatan. ”Ada juga di Gemolong. Mungkin belasan yang belum selesai 100 persen,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Sragen.

Dalam waktu dekat, legislatif bakal melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah proyek. Namun dari hasil pantauan, secara umum di sejumlah titik memang belum rampung dan jauh dari harapan.

Legislatif meminta dinas terkait untuk tegas menerapkan aturan denda kepada rekanan proyek yang tidak becus. ”Harusnya rekanan dikenai denda. Dihitung mulai berakhirnya kontrak sampai pekerjaan benar-benar selesai,” tandasnya.

DPUPR harus memberikan “kartu kuning” bagi pelaksana yang tidak menyelesaikan kewajibannya. Menurut Haris, kebanyakan pelaksana proyek berasal dari luar Sragen.

”Dulu DPUPR beralasan mencari rekanan yang dianggap profesional sehingga terpilih rekanan dari luar. Tapi kenyataannya, hasil pekerjaan juga tidak bagus dan malah tidak selesai,” ketus Haris. 

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia