Sabtu, 16 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Nasional

Ganjar Sambungkan Listrik Gratis 6.163 Warga Miskin

Selasa, 05 Dec 2017 17:55 | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Ganjar serahkan bantuan listrik gratis kepada warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Pekalongan.

Gubernur Ganjar serahkan bantuan listrik gratis kepada warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Pekalongan.

PEKALONGAN Ribuan rumah warga yang puluhan tahun tidak teraliri listrik, kini telah terang benderang. Pemprov Jateng memberi bantuan sambungan listrik gratis untuk 6.163 rumah tangga miskin.

Jumlah tersebut adalah bantuan untuk 2017. Pemprov Jateng telah memberi listrik gratis sejak 2014. Pemberian bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setiap kunjungan ke daerah. Belum lama ini, giliran bantuan untuk Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Desa Krandon mendapat bantuan listrik untuk 12 rumah tangga. Total listrik gratis untuk Kabupaten Pekalongan yakni 316 rumah tangga.

Ganjar mengatakan, sambungan listrik gratis sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan. “Agar saudara kita sama-sama bisa menikmati listrik,” katanya.

Program tersebut dinilai penting karena masih terdapat rumah di Jateng yang belum berlistrik. Dari 9.220.238 rumah tangga, yang belum teraliri listrik sekitar 448.785 rumah.

Meski demikian rasio elektrifikasi Jateng terhitung cukup bagus, yakni 95,13 persen. Rasio Jateng masih di atas nasional yang hanya 92 persen.

“Rasio kita sudah melebihi target 2017 yang ditetapkan 92 persen. Kita sedang menuju target 2018 capaian rasio elektrifikasi 99 persen,” katanya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Teguh Dwi Paryono menjelaskan, penerima manfaat dibebaskan dari biaya sambungan listrik. Mereka juga mendapat bantuan pulsa listrik Rp 200 ribu.

“Sifatnya stimulan. Jadi, setelah pulsa habis, ya diharapkan membayar sendiri. Tapi, meski prabayar kan yang subsidi jadi murah,” jelas dia.

Sugiyanto, salah seorang penerima sambungan listrik gratis mengatakan, dirinya bersyukur mendapat bantuan. Puluhan tahun rumahnya tidak teraliri listrik. “Kalau malam, ya pakai lampu minyak. Tapi, minyak tanah sekarang susah dan mahal. Pekerjaan saya nasional. Ee…. maksudnya serabutan apa saja. Penghasilan cuma Rp 50 ribu sehari sudah bagus,” bebernya.

Warga Desa Ketanon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan itu juga mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Sebelumnya,  dia menggambarkan rumahnya yang berukuran 5x7 meter itu seperti kandang kerbau. “Sekarang sudah tembok lantai plester dan atapnya aman tidak bocor,” terang bapak tiga anak itu.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia