Rabu, 13 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Freddy Muli dan Indra Sjafri Calon Kuat Pelatih Persis

Selasa, 05 Dec 2017 15:25 | editor : Bayu Wicaksono

Freddy Muli dan Indra Sjafri Calon Kuat Pelatih Persis

SOLO – Ada kabar Liga 2 2018 akan dimulai di awal tahun depan, membuat beberapa tim di kasta inipun mulai bergerak. Salah satu yang sudah nyata akan mulai membangun tim impiannya adalah PSS Sleman. Jika PSS sudah menunjuk Herry Kiswanto untuk menukangi tim ini, kubu Persis direncanakan akan mengumumkan head coach-nya minggu-minggu ini.

”Yang pasti minggu ini kami upayakan sudah ada pengumuman. Nanti nominatornya akan kami undang presentasi ke manajemen yang ada di Jakarta. Siapa yang dipilih, jelas dialah sosok yang kami anggap terbaik untuk musim depan menukangi Persis Solo,” beber Wakil CEO Persis Solo, Dedi M Lawe kepada Jawa Pos Radar Solo.

Jika beberapa waktu lalu nama Kas Hartadi hingga Aji Santoso yang santer diakit-kaitkan, ternyata nama baru direncanakan akan dipanggil manajemen di Jakarta adalah sosok berbeda. Pelatih Persis musim ini, yakni Freddy Muli dan juga mantan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri masuk bidikan untuk diminta mempresentasikan diri.

”Belum ada keputusan fix, belum ada juga kecondongan ke salah satu tokoh calon. Coach FM (julukan Freddy Muli) dan Indra Sjafri masih bidikan, bisa jadi nanti ada sosok tambahan yang ikit di panggil ke Jakarta. Kami harap bisa deal pekan ini,” bebernya.

Hadirnya nama Indra Sjafri jelas membuat angin sengar. Walau gagal membawa Timnas U-19 belum lama ini, namun prestasinya saat menukangi Timnas U-19 di tahun 2014, hingga Bali United cukup bagus. Dirinya memang dikenal sebagai pelatih yang bisa mengorbitkan pemain buda menjadi bintang lapangan.

Sementara itu kegagalan Persis Solo di Liga 2 musim ini, di babak 8 besar sejatinya cukup disayangkan banyak pihak. Gagal promosi, ternyata tidak 100 persen harus menumpahkan segala tanggung jawab kepada pelatih Freddy Muli.

Pelatih yang akrab disapa Opa FM tersebut, datang bergabung dengan Persis tak lama setelah Persis kehilangan pelatihnya di babak 16 besar yakni Widyantoro. Yang mana dirinya dihukum 12 bulan oleh Komdis PSSI.

Opa bergabung dengan Persis pada 16 Oktober lalu. Dirinya hanya diberi waktu 24 hari mempelajari karakteristik permainan Persis, jelang 8 besar dimulai. Komposisi pemain inti, hingga skill individual pemain yang sebelumnya sudah dibentuk oleh Widyantoro harus cepat dia pelajari.

Sayang cuaca hujan dan membuat lapangan penuh dengan genangan air di Stadion Patriot Bekasi saat Persis bertanding, membuat pola permainan yang sudah dirancangnya tak berjalan sesuai harapan.

Hasilnya memang mengecewakan, dua laga awal, Persis kalah dengan skor serupa yakni 1-0. Yakni kontra Martapura FC (9/11), dan Kalteng Putra (13/11). Kemenangan di laga akhir melawan PSMS Medan 1-0 (16/11), gagal membuat dia lega karena Persis sudah dinyatakan gagal lolos ke babak semifinal.

Gagal membawa Persis promosi, jelas membuat dirinya masih penasaran terhadap bond asal Solo ini. Manajemen bisa saja memberikan kesempatan kedua kepada Opa FM.

”Jikalaupun akhirnya kembali kenukangi Persis Solo. Jelas harus siap dengan target prestasi yang terbaik. Jangan melihat catatan yang telah lalu, mari lihat ke depan potensi apa yang bisa dibentuk oleh tim ini. Pemain musim lalu juga potensial, tinggal ditambah pemain yang lebih berkualitas lagi di lini yang bolong-bolong tersebut,” beber Freddy Muli.

(rs/adi/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia