Kamis, 14 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Anggota DPR RI Abdul Kharis Gencarkan Kampanye Anti-hoax

Selasa, 05 Dec 2017 10:18 | editor : Bayu Wicaksono

Kampanye anti-hoax dilakukan Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis dengan menggelar pertunjukan wayang kulit di Laweyan.

Kampanye anti-hoax dilakukan Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis dengan menggelar pertunjukan wayang kulit di Laweyan. (RICKY RUDYANTO FOR RADAR SOLO)

SOLO – Komisi I DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi di Lapangan Kelurahan Jajar, Laweyan, Solo pada Sabtu (2/12). Tak hanya sebagai hiburan, wayangan itu juga menjadi sarana kampanye anti-hoax.

Mengambil lakon Ontran-Ontran Kalimasodo, pagelaran wayang kulit berlangsung sangat meriah karena dihadiri lebih dari 300-an warga, termasuk camat Laweyan, lurah Jajar, dan beberapa tokoh masyarakat. Kehadiran bintang tamu sinden bule asal Hungaria Dora Gyorfii, sinden Sukesi Rahayu dan Eko Gudel, serta Mas Mbolo makin menambah gayeng. Bahkan, para penonton masih bertahan sampai berakhirnya pagelaran wayang.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, pemerintah saat ini sedang getol mengampanyekan anti-hoax, termasuk melalui pagelaran wayang kulit. Berita hoax dinilai berbahaya dan mengancam kerukunan berbangsa dan bernegara. ”Hoax ini bahaya sekali. Kalau di wayang, jika Sengkuni sudah menyebar berita hoax, maka semua kerajaan bisa terhasut untuk bertarung saling menjatuhkan,” ujar Abdul Kharis.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Media Publik (PMP) Kominfo Sunaryo mengatakan, kominfo bersama dewan pers sudah melakukan verifikasi terhadap berbagai media untuk menanggulangi hoax. Dari ribuan situs pemberitaan yang beredar di Indonesia, hanya 74 media yang terverifikasi. ”Jadi, betapa banyak media yang berpotensi menyebar hoax. Sehingga kita harus berhati-hati jika mendapat link berita,” kata Sunaryo.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa verifikasi nomor handphone yang sempat beredar di masyarakat memang merupakan kegiatan kominfo. ”Yang kemarin minta regristrasi ulang, itu bukan hoax,” tegas Sunaryo.

Sebelumnya, Abdul Kharis juga menghadiri diskusi publik Tantangan dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi Informasi di Zaman Now yang digelar  Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Kemenkominfo di Hotel Azhima Boyolali Kamis (30/11). Diskusi publik yang diikuti lebih dari 250 pemuda dari berbagai organisasi di Boyolali tersebut merupakan bagian dari sosialisasi Redesain Universal Service Obligation (USO)

Dalam paparannya, Abdul Kharis mengajak pemuda Boyolali untuk menyambut dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI) secara tepat. ”Perkembangan teknologi informasi begitu cepat. Anak-anak muda harus siap dan mampu menghadapinya. Jangan terjebak kepada hal-hal yang tidak bermanfaat atau konten-konten negatif, seperti menyebarkan hoax yang kini sedang marak,” papar anggota DPR dari Fraksi PKS itu.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia