Rabu, 13 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Juara Olimpiade Ahmad Dahlan V

Senin, 04 Dec 2017 16:04 | editor : Bayu Wicaksono

Muchammad Ichwanurrafi

Muchammad Ichwanurrafi

SOLO – Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo, Muchammad Ichwanurrafi berhasil membawa pulang gelar juara pertama dalam Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) V. Dalam kompetisi mata pelajaran IPA/Sains kategori SMP/MTs tingkat nasional itu, Raffi, sapaan akrabnya berhasil meraih medali emas. Pencapaian tersebut bukanlah hal yang mudah, sebelumnya Raffi harus menaklukkan berbagai event perlombaan IPA yang diikutinya.

Hampir di seluruh kompetisi, Raffi selalu menyabet gelar juara. Diantaranya juara 2 Olimpicad Pentasbora Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Dan juara 1 Olimpiade Sains Topaz Tingkat Nasional di Malang.

Di usianya yang masih 14 tahun, Raffi tergolong siswa yang cerdas dan rajin. Prestasi demi prestasi ia peroleh berkat ketekunannya mempelajari mata pelajaran IPA di sekolahnya. Menurutnya, IPA membuatnya bisa mengetahui banyak hal yang tidak biasa orang lain tahu. Ambil contoh, mempelajari organ dalam manusia, klasifikasi hewan, berbagai rumus fisika, dan masih banyak lagi.

“IPA itu seru. Yang bikin aku termotivasi senang belajar IPA adalah bisa tahu banyak hal,” ungkap remaja kelahiran Solo, 2 Agustus 2004 ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Rasa ingin tahunya tidak bisa dibendung. Oleh karena itu, Raffi sering menghabiskan waktu untuk praktik di laboraturium IPA di sekolahnya. Bersama guru pembimbingnya, Raffi melakukan praktik bedah kodok untuk belajar organ dalam hewan, praktik pernapasan dengan menggunakan jangkrik yang dimasukkan ke respirometer lalu diukur laju pernapasannya. Dan praktik uji makanan untuk mengetahui kandungan protein, karbohidrat, dan glukosa.

“Kalau di rumah, setelah shalat Maghrib, aku menghabiskan waktu membaca buku IPA. Aku punya banyak koleksi buku IPA seperti seri koleksi Olimpiade Sains karya Yohanes Surya, Maestro Olimpiade,” sambung putra pasangan Abdul Rachim dan Nurul Afny Erlina ini.

Saat ditanya, siapa sosok inspirasinya? Raffi menjawab, sang ayah. Bahkan karena seringnya melihat kesibukan sang ayah sebagai pengelola klinik, Raffi bercita-cita ingin menjadi seorang dokter spesialis bedah.

“Aku ingin seperti ayah, tapi harus lebih dari ayah. Ayah selalu mendukung dengan terus  menyemangati untuk rajin belajar dan jangan malas-malasan,” tandas Raffi.  

(rs/aya/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia