Kamis, 14 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Masjid UMS Pakai Nama Ibu Amien Rais

Senin, 04 Dec 2017 10:18 | editor : Bayu Wicaksono

Amien Rais saat meresmikan Masjid Hj Sudalmiyah Rais di kompleks UMS.

Amien Rais saat meresmikan Masjid Hj Sudalmiyah Rais di kompleks UMS. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Pembangunan Masjid Hj Sudalmiyah Rais di kompleks Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dimulai sejak Oktober 2016 akhirnya selesai. Masjid dengan nama ibunda tokoh Muhammadiyah Amien Rais itu mengusung konsep terbuka yang didesain oleh tim dari Fakultas Teknik UMS.

Peresmian masjid dilakukan oleh Amien Rais kemarin (3/12). Rektor UMS Sofyan Anif mengatakan, masjid tersebut didirikan di atas tanah seluas 6.842 meter persegi, berada di kampus 2 UMS. ”Bangunan ini didirikan dengan menelan dana sekitar Rp 20 miliar,” terang Anif di sela-sela sambutan.

Masjid yang menempati posisi center di kampus 2 itu diharapkan dapat memudahkan mahasiswa maupun civitas UMS dalam melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan. Diungkapkan Anif, Masjid Hj Sudalmiyah Rais seperti nama ibunda dari tokoh nasional sekaligus mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais. Hal ini sebagai wujud penghargaan atas jasa-jasanya sebagai salah satu pendiri UMS saat menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Surakarta cabang Jakarta.

”Masjid punya konsep terbuka, tanpa pintu dan jendela. Sehingga di siang hari ada pencahayaan alami dari sinar matahari,” imbuh Anif.

Sementara itu, Amien Rais menuturkan, Indonesia punya penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan kondisi yang terjadi saat ini harusnya masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga nilai keislaman. Jangan sampai nilai keislaman hanya digunakan untuk mengarah pada politik kekuasaan.

"Nilai keislaman ini yang harusnya dikembangkan masyarakat muslim. Salah satu sarana dan wadahnya yakni di masjid. Maka dari itu, diharapkan masjid ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” papar Amien.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, arsitektur Masjid Hj Sudalmiyah Rais sarat akan makna filosofi. Dengan dibangunnya masjid baru itu diharapkan lahir pendakwah-pendakwah yang handal. Apalagi di tengah kondisi bangsa Indonesia yang cukup memprihatinkan saat ini. ”Kondisi nasional saat ini bisa dikatakan mengalami masa deviasi dan distorsi. Banyak yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Harusnya ulama menjadi panutan,” pungkas Din.

Terpisah, Sekretaris Rektor UMS Anam Sutopo menuturkan, Masjid Fadlurrahman yang berada di kampus 1 UMS tetap difungsikan meski kini ada masjid baru di kampus 2. Namun, Gerakan Cinta Subuh UMS yang selama ini dilakukan di Masjid Fadlurrahman dipindah ke Masjid Hj Sudalmiyah Rais. Selain Subuh berjamaah juga dilakukan tasmi Alquran 30 juz.

”Dengan peresmian masjid baru ini, harapannya dapat memperkuat Al Islam dan Kemuhammadiyahan civitas akademika UMS. Terutama salat Dhuhur dan Ashar berjamaah yang lebih nyaman,” ungkap Anam.

Ditambahkan dia, penyematan nama pejuang perempuan Muhammadiyah atau Aisyiyah pada gedung UMS sudah dilakukan kali ketiga. ”Dua gedung sebelumnya, yakni gedung rektorat diberi nama Siti Walidah. Kemudian, gedung Rumah Sakit Gigi dan Mulut bernama Sulastri. Dan, kali ini masjid baru dengan nama Hj Sudalmiyah Rais,” pungkas Anam.

(rs/vit/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia