Kamis, 14 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Nasional

Ganjar Gowes 37 Km ke Demak untuk Ikuti Kerja Bakti

Jumat, 01 Dec 2017 20:11 | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Ganjar ikut membersihkan rumput liar di taman bantaran sungai.

Gubernur Ganjar ikut membersihkan rumput liar di taman bantaran sungai.

DEMAK - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turun langsung kerja bakti membersihkan sungai dan saluran air di Demak, Jumat (1/12). Uniknya dari rumah dinas gubernur Puri Gedeh Semarang menuju Demak, Ganjar enggan naik mobil. Ia memilih mengayuh sepeda sejauh 37 kilometer.

Bersama ajudan dan beberapa stafnya, Ganjar berangkat dari Semarang pukul 06.00. Ia hanya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai di Kodim Demak yang merupakan lokasi awal kerja bakti.

Di lokasi, sudah menunggu Bupati Demak M Natsir dan ratusan pedagang kaki lima. Acara kerja bakti bersih sungai itu merupakan gagasan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Demak dan Asosiasi UMKM Demak. 

Kerja bakti dimulai saat itu juga dengan memilih menyisir sampah, rumput, dan eceng gondok di sepanjang Sungai Tuntang. Puluhan anggota TNI dari Kodim Demak turut membantu.

Suasana guyub dan gayeng sangat terasa. Dengan memegang sabit, Ganjar juga turut membersihkan rumput liar di taman bantaran sungai.

“Saya dapat undangan via WA (WhatsApp) dari paguyuban pedagang kaki lima APKLI. Saya pikir ini bagus karena momennya sedang musim hujan jadi tepat kalau bersih sungai. Karena tidak terlalu jauh ya sekalian saja sepedaan,” katanya, usai kerja bakti.

Untuk diketahui, Ganjar memang salah satu kepala daerah yang gila bersepeda. Ia rutin bersepeda setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Tidak hanya sekitar Kota Semarang namun sering juga bersepeda hingga Magelang, Solo, dan Jogja. Terakhir ia mengikuti gowes Tour de Borobudur sejauh 200 kilometer lebih.

Dikatakannya, masyarakat segala lapisan memang harus turut mengantisipasi bencana banjir yang datang seturut musim hujan. Menurutnya, kepedulian warga Jawa Tengah sudah cukup bagus. Meski kadang manusia tidak bisa mencegah datagnya bencana karena kekuatan alam.

“Siklon Tropis Cempaka sudah mengakibatkan banjir dan longsor di Klaten dan Wonogiri. Dua daerah itu sudah ditetapkan status darurat bencana, kita sudah back up full dari BPBD Jateng dan kabupaten kota untuk logistik,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jateng melalui BPBD Jateng sudah mengkoordinasikan seluruh kekuatan untuk mengantisipasi bencana yang akan datang. Konsolidasi BPBD, relawan bencana, SAR, dan Palang Merah Indonesia sudah dilakukan.

“Manajemen penanganan bencana kita sudah bagus. Ketika ada satu daerah terkena, kabupaten tetangganya langsung bergerak membantu, jadi tidak perlu menunggu dari pusat,” paparnya. 

Sementara Bupati Demak, M Natsir menuturkan, pihaknya sudah melakikan antisipasi bencana secara menyeluruh di Kabupaten Demak. "Hujan kan cuma pemicu, bukan satu-satunya penyebab banjir, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarang juga bisa sebabkan banjir. Jadi, kesadaran menjaga lingkungan juga harus ditingkatkan," tandasnya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia