Minggu, 17 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Musim Hujan, Harga Sayuran Merangkak Naik

Jumat, 01 Dec 2017 07:20 | editor : Bayu Wicaksono

harga sayuran

Curah hujan yang tinggi menyebabkan harga sayuran menjadi mahal. (WINDYWATI/RADAR SOLO)

SOLO - Tingginya curah hujan juga berdampak pada harga sayur di pasar tradisional. Pasokan pun ikut menyusut. Sudah bisa dipastikan, harga terkerek. Ada yang mencapai 100 persen.

Pedagang sayur di Pasar Legi Wiwid mengatakan, harga sayur yang naik antara lain kubis (kol), tomat, daun bawang, dan seledri. “Banyak lahan pertanian terendam air. Akhirnya gagal panen. Sifat sayuran kan nggak bisa terlalu lama terendam air,” terangnya.

Dampaknya, sayur menjadi lebih cepat busuk. Menyusul pasokan berkurang dan harga menjadi lebih mahal. Kubis yang biasa dijual Rp 4.000 per kilogram (kg), menjadi Rp 4.000 per kg.

Lebih melesat daun bawang dari Rp 9.000 per kg, sekarang dibanderol Rp 15.000 per kg. Tomat dari Rp 8.000 per kg, jadi Rp 9 ribu per kg. Sedangkan daun seledri, dari Rp 15.000 per kg, naik jadi Rp 30 ribu per kg.

Kenaikan harga tersebut terjadi hampir sepekan terakhir. Selain mahal, untuk mendapatkan pasokan sayur, Wiwid mengalami kesulitan. Kiriman sayuran menyusut hingga 50 persen.

Jika sebelumnya dia mendapatkan pasokan sayuran dari Cepogo, Boyolali, kini Wiwid harus berkeliling ke Tawangmangu dan sekitarnya untuk memenuhi stok.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia