Minggu, 17 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Sragen

Penyebaran HIV/AIDS di Sragen Mengkhawatirkan

Rabu, 22 Nov 2017 20:55 | editor : Bayu Wicaksono

kawasan gunung kemukus

Seorang pengendara melewati pintu masuk kawasan Gunung Kemukus. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Pertumbuhan penyakit HIV/AIDS di Sragen dinilai mengkhawatirkan. Perkembangan data sejak September lalu sudah tercatat 745 orang penderita dan 103 meninggal dunia. Bahkan virus ini sudah menjangkiti 14 bayi dan 3 pelajar di Sragen.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen Haryoto menyampaikan, untuk pertumbuhan jumlah penderita, Kabupaten Sragen menempati peringkat tiga besar di Jawa Tengah (Jateng). Sedangkan jumlah penderita sudah masuk tujuh besar. ”Perbandingan di wilayah eks Karesidenan Surakarta, pertumbuhan penderita HIV/AIDS di Sragen paling pesat. Ini sangat memprihatinkan,” papar Haryoto, Rabu (22/11).

Haryoto menyampaikan, 14 bayi dan tiga orang berstatus pelajar/mahasiswa yang sudah terjangkit penyakit  itu merupakan bawaan. Para bayi itu tertular dari ibu yang juga sudah terjangkit. Ibu rumah tangga justru lebih banyak daripada PSK yang sudah terdata. ”Dari 645 PSK terdapat 78 orang yang terkena HIV/AIDS, sedang jumlah ibu rumah tangga tiga kali lipatnya,” jelasnya.

Menurut Hartoyo, jumlah penderita makin bertambah dari tahun ke tahun. Pihaknya tak memungkiri merebaknya penyakit ini karena Sragen memiliki kawasan prostitusi terselubung, seperti di Gunung Kemukus dan Nglangon. ”Kami mendukung program bupati yang ingin merubah imej Gunung Kemukus sebagai tempat wisata religi. Karena risiko penularan di kawasan itu sangat besar,” tegasnya.

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia