Rabu, 13 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Nasional

Siswa Bertanya: Kenapa Pak Ganjar Terus Difitnah Isu E-KTP?

Gubernur Ganjar Mengajar di SMK Rembang

Rabu, 22 Nov 2017 17:27 | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajar di SMK Muhammadiyah Pamotan Rembang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajar di SMK Muhammadiyah Pamotan Rembang.

REMBANG - Tidak ada gubernur lain di Indonesia, bahkan dunia yang aktif mengajar siswa di sekolah setiap pekannya. Lebih dari 100 kali atau kira-kira 200 jam program Gubernur Mengajar dilaksanakan sejak Ganjar menjabat pada 2013.

Namun bukan pelajaran matematika atau IPA yang ia ajarkan. Melainkan tentang budi pekerti, pendidikan kewarganegaraan, wawasan nusantara, antinarkoba, antihoax, dan ajakan untuk mengedepankan musyawarah mufakat, gotong royong serta persatuan kesatuan bangsa.

Hari ini (22/11), Ganjar mengajar di SMK Muhammadiyah Pamotan Rembang. Sekolah kecil di pelosok kota garam ini hanya punya 200-an siswa. Karena tak punya aula, gubernur mengajar pun bertempat di ruang kelas biasa. Agar menampung seluruh siswa maka meja dan kursi dikeluarkan. Gubernur dan siswa duduk lesehan.

Tema yang diambil siang itu adalah soal wawasan kebangsaan dan kebanggaan pada tanah air. Setelah ice breaking yang mencairkan ketegangan siswa dengan joke segar, Ganjar tiba-tiba bertanya tentang Asian Games 2018.

“Siapa yang tahu Asian Games tahun depan bertempat di mana, yang tahu silahkan ke depan?” kata dia.

Awalnya tak ada yang mau maju. Ganjar merangsang dengan cerita kepemimpinan yang salah satu cirinya adalah berani dan percaya diri. Barulah seorang siswa berani ke depan. Ia mampu menjawab benar. “Jakarta dan Palembang,” tegasnya.

Dari situ pembicaraan mengalir ke pentingnya olahraga yang mengajarkan hidup sehat dan semangat sportifitas serta kekompakan. Siswa menyimak dan sesekali bertanya tanpa segan.

Namun di tengah dialog riang itu ada satu pertanyaan siswa yang membuat semua orang terdiam. Putri namanya. Siswa kelas X jurusan akuntansi.

“Pak Ganjar, saya mengidolakan bapak, saya doakan bapak terpilih lagi jadi gubernur tahun depan. Tapi saya akhir-akhir ini terganggu, kenapa ya pak Ganjar sekarang malah difitnah isu macam-macam, dituduh terlibat kasus, maaf pak,” katanya.

Seisi ruangan, termasuk Bupati Rembang Abdul Hafidz terdiam. Ganjar justru tersenyum dan mendekati gadis berkerudung itu.

“Kasus apa, tidak apa-apa saya terbuka kok, omong saja,” katanya.

“Ee.. EKTP pak, apakah bisa dijelaskan itu bagaimana sebenarnya,” katanya setelah bisa mengatasi keraguan.

Dengan kembali tersenyum Ganjar memuji Putri karena menurutnya pertanyaannya cerdas. Ia kemudian meminta ajudan mengambil dokumen. Ternyata salinan berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam S Haryani, politikus Partai Hanura yang kini jadi terpidana kasus kesaksian palsu EKTP. Miryam sempat mencabut BAP itu namun hakim menyatakan pencabutannya tidak berdasar sehingga BAP itu sah demi hukum.

“Begini, yang menuduh saya hanya satu orang, dan saya sudah jelaskan ke semua pihak, di youtube bisa dilihat. Dan saya sih merasa tidak sehina itu ya,” kata Ganjar.

“Tapi sebelum saya jelaskan saya minta seluruh kamera dimatikan, jangan ada yang merekam,” lanjutnya.

Ia kemudian meminta Putri melihat beberapa halaman BAP dimana terdapat pengakuan Miryam bahwa telah membagikan uang suap EKTP kepada Pimpinan Komisi II DPR RI. Dari empat nama pimpinan di situ, salah satunya adalah Ganjar Pranowo. Namun Miryam mengatakan hanya Ganjar yang menolak uang pemberiannya. Pada bagian Ganjar menolak itu Putri membacanya keras-keras.

“100 juta rupiah saya berikan ke Bapak Ganjar Pranowo dari fraksi PDIP namun  dikembalikan lagi pada saya..”, baca Putri.

“Jadi dari empat ini yang tidak terima siapa?” tanya Ganjar.

“Ganjar, eh njenengan,” kata Putri yang disambut tepuk tangan teman-temannya.

Gubernur mengakhiri sesi mengajarnya dengan memberi hadiah pada Putri. Yakni sebuah buku dan laptop sebagai penghargaan atas keberanian siswa tersebut.

“Ketika kita bekerja serius memberantas korupsi maka ada pihak-pihak yang merasa terganggu, saya mungkin dianggap pengganggu maka kemudian fitnahnya masyaallah. Tapi Allah menunjukkan jalan pada saya untuk menepis ini, salah satunya lewat bocoran BAP ini. Saya dituduh korupsi, (jika benar) rasanya saya lebih baik mundur jadi gubernur,” tutup Ganjar.

Sebelumnya, pada waktu pemberian alat tangkap nelayan di Pelabuhan Ikan Tasikmadu Rembang, pagi harinya, sejumlah wartawan bertanya tentang kesaksian Nazaruddin. Ganjar dengan santai mengatakan, “dinengke wae (diamkan saja). Kenapa harus takut jika tidak bersalah,” tukasnya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia