Kamis, 14 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Klaten

Joglo Kesatriaan, Tempat Menempa Pengusaha Muda

Selasa, 21 Nov 2017 13:47 | editor : Bayu Wicaksono

Bangunan Joglo Kesatriaan akan menjadi tempat pelatihan bagi generasi masa depan bangsa.

Bangunan Joglo Kesatriaan akan menjadi tempat pelatihan bagi generasi masa depan bangsa. (BOY RAHMANTO/RADAR KLATEN)

KLATEN - Puluhan pekerja sibuk menyelesaikan bangunan megah berbentuk joglo di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat. Kemegahan bangunan semakin terlihat dengan empat tiang yang menjadi soko guru memiliki diameter 50 centimeter. Ditambah 12 tiang pengarak dan 28 pengracik yang mengelilingi.

Bangunan yang memiliki luas 30 meter x 30 meter berdiri di atas lahan 2,2 hektare merupakan persembahan PT Widodo Makmur Perkasa Group. Tempat yang diberi nama Kesatriaan Enterpreneur Indonesia nantinya akan menjadi kawah candradimuka atau tempat pendidikan bagi generasi muda calon pemimpin bangsa.

“Kami ingin memiliki kontribusi terhadap bangsa ini. Terutama untuk mencetak generasi masa depan yang unggul dan mampu menguasai dunia. Di Kesatriaan Enterprenuer Indonesia nanti pemuda dari seluruh Indonesia akan belajar,” ujar salah satu penggagas Joglo Kesatriaan, Sunarna.

Mantan bupati Klaten dua periode ini mengungkapkan, di lahan seluas 2,2 hektare nanti akan dilengkapi fasilitas pendidikan, asrama, perpusatakaan, tempat penelitian, fasilitas ibadah. Sehingga selama mengikuti pelatihan entrepreneur peserta dapat fokus untuk belajar agar setelah selesai memiliki jiwa enterprenuer dan mampu menjadi pemimpin bangsa.

Pembangunan Joglo Kesatriaan dilatarbelakangi dari pesan ayah Sunarna, almarhum Tukimin Tri Widodo. Sebelum meninggal, almarhum meminta kepada Sunarna bersama lima saudara Suparno, Sugiyami,  Tumiyana,  Suyatmi,  Sigit Marwanto.  untuk membangun sebuah joglo.

“Akhirnya diputuskan untuk membangun joglo yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar. Setelah jadi joglo ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi generasi muda bangsa ini,” ungkapnya.

Tumiyana, yang juga menjadi penggagas Joglo Kesatriaan menambahkan, Joglo Kesatriaan memiliki logo tangan yang memegang bumi. Ini maknanya pemuda Indonesia ke depan harus mampu menjadi pemimpin tidak hanya di negeri ini tapi pemimpin di dunia.

 “Joglo Kesatriaan ini menjadi salah satu tempat yang akan mencetak pemimpin tersebut. Di sini nanti calon pemimpin bangsa akan belajar tentang berbagai bidang pengetahuan. Mulai kewirausahaan, pertanian, peternakan, bisnis maupun properti. Disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing,”ungkapnya. (oh)

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia