Sabtu, 16 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Blusukan di Wonogiri, 9 WNA Terancam Dideportasi

Senin, 20 Nov 2017 22:01 | editor : Fery Ardy Susanto

Tim gabungan Imigrasi Kelas I Surakarta dan PORA menunjukkan paspor WNA asal Tiongkok yang diamankan.

Tim gabungan Imigrasi Kelas I Surakarta dan PORA menunjukkan paspor WNA asal Tiongkok yang diamankan. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

9 WN Tiongkok Blusukan tanpa Izin

WONOGIRI – Aktivitas ilegal sembilan orang warga negara (WN) Tiongkok terendus tim gabungan Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta dan Pengawasan Orang Asing (PORA). Sesuai identitas di paspor, mayoritas dari Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Yakni Ding Xiang, 38; Jingang Yang, 46; Yujin Shao, 53; Zhiqiang Tian, 47, Yongchun Xu, 30; Yuefeng Zhang, 42; Zhijun Liang, 48; Zhenfang Yang, 49; dan Shuming Zhai, 54.

Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri, Dodi Budi Kelana melalui Kasi Intel Triyanto sebagai anggota tim PORA mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi ada aktivitas mencurigakan di Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri. saat penyelidikan di lapangan, diketahui sembilan WN Tiongkok tersebut akan bekerja di proyek perumahan. Tak jauh dari lokasi mereka mengontrak rumah.

Inilah penampakan paspor WNA asal Tiongkok yang diamaknkan di Wonogiri, Senin (20/11).

Inilah penampakan paspor WNA asal Tiongkok yang diamaknkan di Wonogiri, Senin (20/11). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

“Dari informasi itu lalu kita teruskan ke pihak Imigrasi. Kemudian dilakukan penindakan,” jelas Triyanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (20/11). 

Saat penindakan, lima WN Tiongkok sedang berada di rumah kontrakan. Sisanya survei lokasi pembangunan perumahan.

“Mereka rencananya bekerja di pembangunan perumahan,” terang Triyanto.

Usai pendataan, kesembilan orang tersebut digelandang ke Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk potensi pemberian sanksi.

“Resminya (dokumen keimigrasian, Red) resmi, ada visa lengkap. Tapi, menurut saya sudah menyalahi izin tinggal,” ungkap kasi intel.

Sembilan orang WN Tiongkok tersebut mengantongi visa multiple entry D-212. Sesuai regulasi, visa itu bukan untuk pekerja. Namun, untuk kepentingan bisnis, penelitian atau kunjungan pemerintahan selama dua bulan di Indonesia dengan masa tenggang satu tahun.

Saat ini, Kejari Wonogiri tinggal menunggu keputusan imigrasi.

“Jika akan di deportasi silakan. Kalau akan dilanjutkan proses hukum, juga bisa karena sudah menyalahi izin tinggal,” papar dia.

Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Solo edisi Selasa, 21 November 2017

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia