Jumat, 15 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Taksi Online Masih Malas Daftar Uji Kir

Jumat, 17 Nov 2017 08:39 | editor : Bayu Wicaksono

dishub surakarta

Petugas menjelaskan mengenai prosedur pendaftaran dan pembayaran uji kir melalui sistem online. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Kendati sudah diperbolehkan beroperasi, taksi online tetap harus mematuhi kewajiban uji kendaraan bermotor atau kir. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun pengelola taksi online yang mendaftar uji kir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Hari Prihatno usai Launching dan Sosialisasi Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor dengan Sistem Online (e-Uji) di Hotel Megaland kemarin (16/11). ”Padahal, syarat mutlak bagi angkutan umum setelah ditetapkan bisa beroperasi adalah diuji. Sama seperti angkutan umum maupun barang lainnya,” tutur Hari.

Dishub masih menunggu niatan baik pengelola taksi online untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai penyedia layanan kepada masyarakat. Apalagi, saat ini sudah ada kemudahan pendaftaran uji kir. Melalui sistem e-uji, masyarakat tak perlu lagi datang ke kantor dishub dan mendaftar hingga mendapat nomor antrean.

Masyarakat bisa memperoleh nomor antrean pelaksanaan uji kir hanya dengan mengirim pesan singkat (SMS) ke nomor 0811 2929 777 atau melakukan registrasi melalui alamat website http://e-uji.surakarta.go.id. Untuk layanan melalui SMS, masyarakat tinggal mengirim pesan dengan format DAFTAR UJI. Kemudian, server akan mengirim instruksi. Setelah memasukkan data kendaraan dan dipastikan valid, akan ada balasan berisi instruksi pembayaran retribusi kepada nomor pengirim.

Sementara itu, pendaftaran antrean e-uji melalui website dapat dilakukan dengan cara membuka laman  tersebut. Pada laman pendaftaran online  tersaji formulir pendaftaran layanan pengujian kendaraan bermotor yang harus diisi dengan data wajib uji. “Kami sediakan sistem layanan e-uji untuk memudahkan para wajib uji kir guna mendapat jadwal antrean pengujian kendaraan yang sebelumnya dilakukan secara konvensional dengan mengantre di kantor dishub,” ucap Hari.

Tidak hanya untuk mendaftarkan diri, sistem itu juga akan menginformasikan hasil dari uji kir. Termasuk bila ada kegagalan uji, permasalahan yang kurang, hingga penyebab gagal. “Untuk uji ulang kembali akan dijadwalkan lagi, sehingga masyarakat berkesempatan memperbaiki kekurangangnya apa,” terang Hari.

(rs/atn/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia