Senin, 20 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Berani Menginspirasi Demi Kemajuan Karanganyar

Rabu, 15 Nov 2017 13:45 | editor : Bayu Wicaksono

Karanganyar Award 2017

Peraih Karanganyar Award 2017 berfoto bersama Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo di Gedung Wanita Karanganyar. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Peringatan 100 tahun Kabupaten Karanganyar memang istimewa. Beragam rangkaian kegiatan digelar secara spektakuler. Salah satu puncak acara digelar tadi malam (14/11). Menggandeng Jawa Pos Radar Solo, pemkab setempat memberikan aspirasi kepada figur-figur inspiratif yang dikemas dalam Karanganyar Award 2017.

       Hadir pada event akbar di Gedung Wanita Karanganyar Bupati Juliyatmono, Wakil Bupati Rohadi Widodo, Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto, Sekda Samsi serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) lainnya, dan tokoh masyarakat.

“Kegiatan ini menginspirasi karena memunculkan tokoh-tokoh yang telah memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat, dan Bumi Karanganyar tercinta,” jelas Juliyatmono.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Larmanto yang juga didaulat sebagai ketua panitia Karanganyar Award 2017 mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan kegiatan tersebut. Peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam membangun Karanganyar menjadi lebih maju dan sejahtera.

Pemimpin redaksi Jawa Pos Radar Solo M. Shidiq dalam sambutannya menuturkan, para penerima Karanganyar Award 2017 merupakan figur-figur yang gigih berkarya mengembangkan potensi masyarakat.

“Harapannya, visi Kabupaten Karanganyar menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkualitas semakin lancar,” katanya.

Shidiq juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Karanganyar yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Pos Radar Solo untuk ikut menyukseskan kegiatan spektakuler tersebut.

Wagiyo, salah seorang penerima Karanganyar Award 2017 kategori atlet difabel berprestasi mengaku bangga mendapatkan apresiasi tersebut. “Berarti atlet seperti saya ini masih diperhatikan. Bisa semakin termotivasi untuk berprestasi demi Indonesia dan Karanganyar,” ujar peraih beragam medali kejuaraan atletik tingkat nasional dan internasional itu.

Dia berharap, Pemkab Karanganyar meningkatkan sarana dan prasarana olahraga khususnya untuk atlet National Paralympic Committee (NPC). Wagiyo juga berpesan kepada atlet-atlet muda agar tidak gampang menyerah mengejar prestasi. “Melangkahlah dengan berani. Karena dengan kedisiplinan, niscaya bisa meraih hasil maksimal,” beber dia.

Karanganyar Award 2017 juga diberikan kepada Sudrajat. Bersama para pemuda, dia mengembangkan potensi wisata Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, makanan berbahan dasar singkong dan sebagainya.

“Untuk membangun desa wisata perlu didukung infrastruktur yang baik. Termasuk peran pemuda di dalamnya. Selama ini, saat orang kota liburan ke desa, yang mereka cari adalah suasana guyub rukun. Itu yang saya tekankan kepada masyarakat,” bebernya.

Untuk menuntaskan visi misinya membangun Desa Wonorejo, Sudrajat menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Dia mendorong seluruh warga desanya agar mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

Terkait Karanganyar Award 2017, Sudrajat memberikan respons positif. “Hebat, bagus, serta profesional. Semua berpeluang berpartisipasi,” ujar dia.

Dari kalangan remaja, Karanganyar Award 2017 salah satunya diberikan kepada Linggarisqy Santyoko Yogaswari. Mahasiswi Agroteknologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) ini aktif dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal kampus.

Paling gres, dia menerima beasiswa Taiwan Global Challenge untuk program student elective di National University of Science and Technology (NJPUST) 2017. Dia juga mendapatkan kesempatan magang di perusahaan Ferme de La Genevroye di Rocourt, Saint Martin, Perancis. “Banyak pengalaman baru, pengetahuan baru dan teman baru,” ujar warga Perum Korpri RT 003/012, Popongan ini.

Rencananya, setelah lulus dari UNS, perempuan yang fasih bahasa Inggris ini akan mengejar program Magister di Wageningen University Perancis dengan fokus studi pada pertanian organik. Dia berjanji akan kembali ke Karanganyar untuk ikut membangun kampung halamannya. “Saya berharap Karanganyar menjadi sentra tanaman organik di Indonesia,” ucapnya.

Di acara yang sama, Pemkab Karanganyar juga me-launching buku, majalah, serta program e-learning. “Dua buka berjudul Satu Abad Kabupaten Karanganyar dan Prespektif Kepemimpinan Bupati Berkemajuan. Untuk majalahnya berjudul Pesona Karananyar,” tutur Juliyatmono. Sedangkan program e-learning, lanjut bupati, diberinama SiCerdik.

Buku Satu Abad Kabupaten Karanganyar, Dari Belantara Menuju Bumi Intanpari menggambarkan sejarah terbentuknya Kabupaten Karanganyar sejak sebelum zaman penjajahan hingga saat ini.

Menurut bupati, nama Karanganyar terdiri dari Ka yang berarti kawibawan kaesti, Ra atau rangkepaning wahyuning wes tumibo, dan Anyar artinya baru. “Merujuk beberapa pelaku sejarah dan narasumber tepercaya bercerita tentang sejarah Karanganyar. Ini adalah referensi untuk anak cucu kita,” jelasnya. 

Sedangkan buku Prespektif Kepemimpinan Bupati Berkemajuan berisi semangat dan visi aparatur Kabupaten Karanganyar. Ada pesan-pesan yang terselip dari kepala daerah. Pertama, menjaga ketentraman, kedamaian dalam hidup bermasyarakat di Karanganyar. Kedua, menjaga pertanian, perkebunan, dan peternakan harus dijaga dengan baik. Ketiga, pangan dan kemakmuran rakyat harus ditindaklanjuti dengan baik.

 “Ini adalah benang merah yang disampaikan masing-masing pemimpin Karanganyar sejak zaman R.M Said sampai saat ini. Dalam buku ini terselip semangat good governance, clean governance,” tandas bupati yang akrab disapa Yuli tersebut. 

Berlanjut majalah Pesona Karanganyar. Edisi perdana berjudul Ekspedisi Sumpah Pemuda di Puncak Lawu. Yang menarik Yuli dan unsur muspida lainnya ikut terjun langsung melakukan ekspedisi ke puncak Gunung Lawu.

Terakhir, e-learning yang diberi nama SiCerdik atau sistem informasi cerdas mendidik bertujuan memudahkan pelajar mengakses naskah soal atau materi pelajaran. “Baca buku, baca pelajaran, semua ada di sini. Semua mata pelajaran yang dibutuhkan anak sekolah semuanya ada,” terang Yuli.

Acara Karanganyar Award yang dipandu master ceremony Anas-Nadia semakin meriah dengan penampilan sangar seni Pelangi Ngesti Budaya yang menampilkan tari Sekar Gumebyar. Gelak tawa tamu undangan pun pecah ketika kelompok tari dan teater Sahita naik ke panggung.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia