Selasa, 21 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Di Solo, Perjaka 28 Tahun Nikahi Janda 40 Tahun

Senin, 13 Nov 2017 16:26 | editor : Bayu Wicaksono

Ari dan Suwarni yang baru saja menikah.

Ari dan Suwarni yang baru saja menikah. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

SOLO - Kata orang, cinta memang buta. Itu tergambar dari hubungan asmara antara Ari Handoko, 28,  dan Suwarni, 40. Meskipun terpaut usia cukup jauh, keduanya tak ragu menikah.

Pasangan berbahagia itu baru saja melangsungkan ijab kabul pada Jumat (10/11). Selang sehari, Ari dan keluarganya menggelar prosesi ngunduh mantu di kediamannya Kampung Tegalmulyo, RT 02 RW 07, Purwosari, Laweyan.

Sejak pagi, tamu undangan sudah berdatangan. Beberapa tamu menunjukkan mimik wajah heran karena mempelai perempuan sudah tidak muda lagi. Sebagian lainnya bisik-bisik setelah kebingungan membedakan antara ibu Ari dan mempelai perempuan.

Rampung menyambut tamu, pengantin giliran menemui awak media. “Saya Ari, ini istri saya Suwarni,” jelas Ari mengenalkan diri. Mereka terlihat berbahagia meskipun kecapekan menyalami 500 tamu. “Ya capek. Tamunya makan, kita cuma lihat. Baru bisa makan setelah tamunya pulang,” kelakarnya.

Ari mengenal Suwarni setelah dikenalkan seorang temannya dua bulan lalu. Lokasinya di pinggir jalan tempat Ari bekerja sebagai juru parkir. Dari pertemuan kali pertama itu, Ari merasa cocok. Berlanjut dengan ngapel ke rumah Suwarni di Bratan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan sepekan sekali.

Hubungan keduanya makin mesra. Mencegah fitnah di masyarakat, Suwarni meminta keseriusan Ari untuk menikahinya. “Saya tanya ke Mas Ari, kalau serius ayo menikah,” kata Suwarni.

Ari menjawab tantangan itu dengan jantan. Dia meminta restu kepada ibunya. Sedangkan Suwarni meminta izin kepada dua orang anaknya. Awalnya, anak Suwarni, Nonik, 21, dan Pandu 10, tak mendukung keinginan ibunya menikah dengan pria yang usianya terpaut cukup jauh.

Suwarni tak mau mundur. Setelah diberi pemahaman, kedua anaknya bisa menerima dengan ikhlas. “Suami saya meninggal pada 2013. Waktu saya mengenalkan Ari ke anak saya, mereka baik-baik saja. Tapi, saat saya bilang mau menikah lagi, mereka tidak setuju. Nonik yang paling menentang. Tapi akhirnya merestui,” beber dia.

Ganjalan juga dialami Ari saat meminta restu kepada ibunya, Suyatmi, 46. Mendapatkan informasi bahwa calon menantunya sudah berumur 40 tahun, Suyatmi pun menentang keinginan putranya.

"Saya tanya ke dia (Ari), apa cocok kamu sama orang yang lebih tua. Tapi Ari-nya bersikeras, ya sudah. Akhirnya kami bertemu dengan keluarga Suwarni pada 28 Oktober. Lalu menikah di KUA Grogol Jumat (10/11), dan ngunduh mantu Sabtu (11/11),” terangnya.

Pada prosesi ijab kabul, para saksi pernikahan dibuat deg-degan. Sebab Ari harus mengulang ijab kabul sebanyak tiga kali karena salah menyebut nama calon istrinya. “Mas Ari ini kan agak cadel, kurang jelas mengucap huruf R. Jadi salah terus kalau ucap nama. Apa lagi digodain sama naib-nya,” kata Suwarni.

Ditanya rencana bulan madu, keduanya hanya tersenyum. “Nggak pakai bulan madu. Di rumah saja kemulan. Yang penting dibikinin wedang teh sama rica ayam sudah senang. Nanti kalau bosen ya naik ke TW (Tawangmangu),” beber Ari. 

Soal momongan, Ari menyerahkannya kepada Yang Maha Esa. “Mas Ari sudah paham dan sadar lahir batin dengan konsekuensinya. Kalau usia saya seperti ini kemungkinan sudah tidak bisa lagi hamil,” pungkas Suwarni.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia