Senin, 20 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Nasional
Ganjar Bangun 1.000 Km Jalan Provinsi

Jalan di Jateng Semakin Mulus, Keluhan ke Pemprov Berkurang

Senin, 13 Nov 2017 10:04 | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek perbaikan jalan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek perbaikan jalan.

SEMARANG – Pencanangan Tahun Infrastruktur yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sejak 2014 telah menampakkan hasil. Hingga 2017, Ganjar telah membangun jalan provinsi sepanjang lebih dari 1.000 kilometer (km).

Data Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, peningkatan jalan provinsi telah mencapai 1569,294 km. Rinciannya, pembetonan jalan sepanjang 364,735 km dan overlay serta pelebaran jalan sepanjang 640,209 km.

Infrastruktur menjadi prioritas pembangunan di Jawa Tengah.

Infrastruktur menjadi prioritas pembangunan di Jawa Tengah.

Kondisi ini jauh meningkat dibandingkan pada 2013, di mana jalan provinsi yang telah dilakukan pembetonan baru 202,941 km. Sedangkan overlay dan pelebaran hanya mencakup 361,409 km. Jika ditotal, peningkatan jalan provinsi pada era Ganjar Pranowo saja mencapai 1007,944 km.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng Bambang NK mengatakan, jalan provinsi dalam kondisi baik kini telah mencapai 88,92 persen dari total panjang jalan 2.404,741 km. “Ini sesuai target RPJMD, meningkat dari 86,5 persen pada 2013,” katanya. 

Tak cuma mulus, jalan provinsi kini juga lebih lebar. Panjang jalan dengan lebar lebih dari enam meter kini mencakup 77,46 persen dari sebelumnya hanya 50,44 persen pada 2013.

Sedangkan jalan kabupaten/kota, 62,76 persen dalam kondisi baik. Meningkat drastis dari 2013 yang hanya 50,48 persen. Sementara jalan nasional kondisi baik telah mencapai 92,03 persen. 

Di samping itu, akses jalan penunjang pariwisata juga meningkat menjadi 71,04 persen. “Sepanjang 368,852 kilometer dari 519,223 kilometer jalan menuju lokasi wisata kini telah tertangani baik,” tegas Bambang.

Menurut Bambang, sarana prasarana untuk sanitasi juga meningkat pesat. Dari 64,50 persen pada 2013, menjadi 80 persen pada 2017. Sejalan dengan itu pemenuhan air bersih juga meningkat, yakni 72,5 persen untuk masyarakat pedesaan dan 79,5 persen untuk perkotaan.

“Sejauh ini untuk infrastruktur sudah on the track. Dan kami optimis dapat mencapai target RPJMD pada 2018,” tegasnya.

Ganjar menyatakan, pihaknya terus mendorong pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pusat serta kabupaten/kota. Untuk pusat, terutama jalan tol trans Jawa yang ditargetkan selesai pada 2018.

Progres jalan tol sejauh ini menurut gubernur berjalan baik. Dari laporan yang diterimanya, untuk jalan tol Pejagan Pemalang mencapai 84,35 persen, Pemalang-Batang 27,25 persen, Batang-Semarang 27,25 persen, 33,85 persen, Semarang-Solo 76,25 persen, Solo-Ngawi 85,87 persen dan Semarang-Demak yang baru proses pengadaan tanah.

“Untuk Semarang Solo sudah masuk seksi IV Salatiga-Boyolali 28 persen dan Seksi V Boyolali-Solo 30 persen,” jelas Ganjar.

Ditambahkan gubernur, infrastruktur memang menjadi fokus utama pada tahun-tahun awal dirinya menjabat. Dia mengapresiasi keseriusan jajaran pemprov yang merespons program Tahun Infrastruktur untuk memenuhi ekspektasi masyarakat.

“Sejak saya dilantik laporan dan pengaduan masyarakat paling banyak soal jalan rusak, sekarang dengan pembenahan maksimal keluhan-keluhan baik di twitter maupun website Laporgub sudah jauh berkurang,” katanya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia