Selasa, 21 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Kombis

Terbang Jangkau Pelosok, Sriwijaya Air Tambah Pesawat Feeder ATR

Sabtu, 11 Nov 2017 10:39 | editor : Bayu Wicaksono

Terbang Jangkau Pelosok, Sriwijaya Air Tambah Pesawat Feeder ATR

SOLO – Banyak rencana bisnis yang segera direalisasikan Sriwijaya Air demi peningkatan layanan dan mendukung kemajuan wisata Indonesia. Selain mendatangkan sejumlah pesawat ATR, Sriwijaya Air juga melakukan peremajaan pesawat.

Distric Manager Sriwijaya Air Solo Taufik Sabar mengatakan, dengan dukungan pesawat jenis ATR, rute-rute baru terus dibuka. Terutama menuju lokasi-lokasi terdalam yang selama ini belum terjangkau maskapai lain. Tahun ini misalnya, perusahaan mendatangkan enam pesawat ATR sebagai feeder atau pengumpan dari Sriwijaya Air.

Sriwijaya Air

SYUKURAN: Sriwijaya Air kian mantap dengan sejumlah rencana kerja demi peningkatan layanan kepada masyarakat. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

”Tahun ini rencananya enam pesawat ATR, namun baru datang empat pesawat. Targetnya akhir tahun ini bisa terpenuhi semua. Pesawat ATR ini untuk menyambung rute ke lokasi yang tidak bisa dijangkau pesawat besar. Sehingga, tak ada alasan lagi pesawat kami tidak membuka rute-rute yang ada di pelosok,” terang Taufik kepada Jawa Pos Radar Solo di sela-sela syukuran HUT ke-14 Sriwijaya Air kemarin.

Program mendatangkan pesawat-pesawat ATR akan terus dilanjutkan hingga tahun-tahun mendatang. Sebab, ini sekaligus sebagai bentuk dukungan Sriwijaya Air kepada pemerintah dalam mengembangkan potensi pariwisata dan sektor ekonomi di daerah-daerah pelosok.

Selain itu, komitmen Sriwijaya Air untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat juga ditunjukkan dengan peremajaan pesawat-pesawatnya. Meninggalkan Boeing 737-300ER, Sriwijaya Air tengah berproses mengganti seluruh pesawatnya dengan Boeing 737-800NG dan 737-900ER.

”Kami juga terus meningkatkan kualitas tim kerja dengan memberikan semangat agar lebih bersinergi untuk memberikan kenyamanan yang terbaik,” ujar Taufik.

Soal load factor di wilayah Solo, diakui Taufik, menunjukkan tren yang sangat positif. Rata-rata load factor mencapai 85 persen hingga 90 persen. Sementara itu, menandai perayaan HUT ke-14 Sriwijaya Air, dilaksanakan syukuran potong tumpeng di seluruh distrik se-Indonesia. Kemudian, Sriwijaya Air juga mengundang sejumlah anak yatim piatu dari berbagai daerah di Indonesia untuk diajak terbang dan bertamasya bersama ke sejumlah objek wisata di Jakarta.

”Untuk perayaan diputar live video doa bersama dari pusat serentak di semua distrik,” pungkas Taufik.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia