Senin, 20 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Kawal Kirab Kahiyang-Bobby, Relawan Siapkan Pagar Betis 3,6 Km

Selasa, 07 Nov 2017 18:01 | editor : Bayu Wicaksono

Kawal Kirab Kahiyang-Bobby, Relawan Siapkan Pagar Betis 3,6 Km

SOLO – Hari bahagia yang dinanti telah tiba. Besok, Rabu (8/11), Kahiyang Ayu-Bobby Afif Nasution bakal mengikat janji suci. Pejabat negara, hingga warga biasa menjadi saksi. Termasuk ribuan relawan Jokowi.

       Nah, khusus para relawan yang jumlahnya sekitar 6.000 orang, mereka akan ambil bagian membentuk pagar betis guna mengawal kirab manten pada hari H. Yakni dari Hotel Alila Solo, tempat mempelai pria menginap dan mengawali rute kirab, hingga menuju lokasi resepsi di Gedung Graha Saba Buana. Panjang pagar betis diperkirakan mencapai 3,6 kilometer (km).

Ketua relawan Pro-Jokowi (Projo) Jawa Tengah, Sugeng menerangkan, ribuan relawan dari berbagai daerah diperkirakan sudah tiba hari ini, Selasa (7/11).

Rinciannya, 1.500 relawan dari DKI Jakarta, 5.000 relawan dari Jawa Tengah, dan 1.000 relawan dari Jawa Timur, ditambah wilayah lainnya. “Salah satu yang terbanyak adalah Projo. Diperkirakan 3.000 orang. Kalau ditambah relawan lainnya, total lebih 6.000 orang,” bebernya.

Ketika tiba di Solo, mereka akan berkumpul di Asrama Haji Donohudan untuk mematangkan koordinasi mengawal kirab manten. Pada hari H pernikahan, para relawan bakal disiagakan mulai pukul 06.00.

“Pagar betis untuk membantu kelancaran (kirab manten). Kemungkinan banyak masyarakat yang akan datang. Jadi kami ikut andil membantu kelancaran itu,” kata Sugeng. 

Rabu sore, sekitar pukul 15.00, perwakilan relawan akan memberikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi atas terlaksananya pernikahan Kahiyang-Bobby. Malam harinya, mereka kembali ke daerah masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan persiapan pernikahan sudah mencapai 99 persen. Meski ada yang perlu lebih dimatangkan, seperti pengamanan dan koordinasi mengingat jeda waktu antara ijab kabul dengan resepsi pernikahan sangat singkat. “Harus diatur supaya semuanya tertata dengan baik,” tuturnya. 

Menurut Luhut, ada sejumlah perbedaan antara pernikahan Kahiyang dengan pernikahan Gibran pada 2015. Yang paling mencolok adalah lokasi ijab kabul. "Kalau dulu (pernikahan Gibran) kan ijabnya di ruangan sebelah itu (masih satu kompleks Graha Saba). Kalau sekarang di gedung utama, otomatis waktunya relatif singkat. Yang jelas persiapan sudah 99 persen, tinggal pelaksanaan,” ungkapnya.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia