Selasa, 21 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

RSUD Sukoharjo Ganti Nama Menjadi RSUD Ir Soekarno

Selasa, 07 Nov 2017 08:16 | editor : Bayu Wicaksono

RSUD Sukoharjo

Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)

SUKOHARJO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo bakal berganti nama menjadi RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. Nama tersebut diambil dari nama tokoh proklamator bangsa Indonesia sekaligus presiden pertama Republik Indonesia. Rencananya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bakal meresmikan nama baru RSUD Sukoharjo tersebut hari ini (7/11).

Direktur RSUD Sukoharjo Gani Suharto mengatakan, pergantian nama ini untuk memberikan motivasi kepada semua karyawan atau karyawati di RSUD Sukoharjo. Diharapkan kinerja mereka semakin meningkat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Makmur dan eks Karesidenan Surakarta.

RSUD Sukoharjo memiliki visi menjadi rumah sakit unggulan dengan mengutamakan mutu pelayanan, profesional, mandiri dan menjadi pilihan utama masyarakat. Ini menjadi tujuan utama rumah sakit ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

”Ini sesuai dengan semangat proklamator kemerdekaan Republik Indonesia Ir Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” tutur dia.

Perkembangan RSUD Sukoharjo kian hari kian meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin membaiknya sistem manajemen rumah sakit, manajemen sarana prasarana dan sistem manajemen pelayanan di rumah sakit. Indikatornya adalah terjadinya peningkatan pendapatan, indeks kepuasan yang tinggi, dan terpenuhinya standar pelayanan di rumah sakit.

Selain adanya perubahan nama, sejumlah fasilitas saat ini telah dilakukan banyak pengembangan. Salah satunya adalah rawat inap kelas VVIP,  pelayanan khusus jantung dan paru, pelayanan kemoterapi, pelayanan bedah digestif dan bedah orthopedic, di mana sudah mampu melakukan bedah penggantian sendi/arthroplasty.

Untuk pelayanan tersebut didukung  695 karyawan yang terdiri dari 56 dokter/dokter gigi, 307 perawat/bidan dan 332 tenaga penunjang dan teknis lainnya. Rumah sakit ini juga masuk tipe B non pendidikan yang telah lulus paripurna akreditasi KARS versi 2012 dan merupakan rumah sakit rujukan di Sukoharjo. Karena itu, pihaknya akan selalu mengembangkan diri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

”Rumah sakit yang dikenal masyarakat dengan nama DKR (Djawatan Kesehatan Rakyat) ini diharapkan ke depannya lebih dikenal sebagai RSUD Ir Soekarno Sukoharjo,” papar dia.

(rs/yan/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia