Kamis, 23 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Klaten

Hebat! Wong Klaten Bisa Sulap Sampah Plastik Jadi Solar dan Pertalite

Senin, 06 Nov 2017 15:55 | editor : Fery Ardy Susanto

Raden Krisna Tirtana pamer Mesin Nusantara yang diklaim bisa sulap sampah plastik jadi BBM

Raden Krisna Tirtana pamer Mesin Nusantara yang diklaim bisa sulap sampah plastik jadi BBM (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Berawal dari masalah sampah di lingkungan tempat tinggalnya di Perumahan Troso Baru, Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Klaten, Raden Trisna Tirtana, 33, punya ide brilian. Membuat mesin pengolah sampah plastik yang bisa jadi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku pembuatan batako.

Menempati perumahan subsidi pemerintah, menjadikan lahan untuk mengelola sampah rumah tangga sangat kurang. Permasalahan itu diutarakan Trisna saat ronda malam bersama para warga. Hingga akhirnya tercetus ide membuat mesin pengelolaan sampah. Dibiayai dari kantong pribadi warga.

Trisna tidak bekerja sendiri dalam membuatnya. Dia memiliki tim yang beranggotakan 12 orang. Semuanya para tetangganya. Mereka memiliki ketrampilan masing-masing, hingga tercipta mesin tersebut, 3 September 2017 lalu.

Mesin buatan Trisna dkk menyerupai tabung. Dilengkapi empat selang di bagian ujungnya. Alat tersebut diberi nama Nuansa Pengelolaan Sampah Setara (Nusantara).

"Saat uji coba, kami kumpulkan 53 kg sampah plastik. Bisa diuji coba tiga kali. Plastik kami masukkan dalam tabung untuk dilakukan pembakaran dengan bahan bakar oli bekas. Suhunya sekitar 450 derajat Celcius selama 9 jam atau istilahnya destilasi,” terang Trisna kepada Jawa Pos Radar Solo.

Hasil destilasi, berupa uap yang keluar dari empat selang. Uap dari selang pertama menghasil 8 liter BBM setara solar. Selang kedua 5 liter BBM setara minyak tanah. Selang ketiga setengah liter BBM setara premium. Sementara selang terakhir menghasilkan BBM setara pertalite.

Dalam tabung itu, keluar limbah berupa pasir plastik seberat 7 kg. Dapat dimanfaatkan jadi bahan dasar pembuatan batako.

"Ada saran dari Bappeda Klaten agar segera melakukan penelitian terhadap kandungan oktan pada BBM yang dihasilkan. Termasuk mematenkan Mesin Nusantara ini. Saya harapkan penelitian kandungan oktan difasilitasi Bappeda. Sedangkan proses hak paten, berkasnya sudah kami kirim ke Semarang, tinggal peninjauan alatnya saja,” klaim Krisna.

BBM yang dihasilkan sudah diujicobakan di sejumlah kendaraan bermotor. Sementara minyak tanah juga sudah bisa digunakan untuk memasak.

"Kami bangga bisa menciptakan alat pengelolaan sampah plastik jadi BBM. Sekarang warga perumahan mulai sadar dalam memilah sampah secara mandiri,” ujarnya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia