Kamis, 14 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Sragen

Serapan Anggaran di Sragen Masih Minim, DPUPR Paling Disorot

Rabu, 01 Nov 2017 10:17 | editor : Bayu Wicaksono

APBD Sragen

ILUSTRASI. Pembangunan infrastruktur di sragen (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SRAGEN)

SRAGEN – Serapan anggaran APBD Sragen dinilai tidak maksimal. Salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi sorotan adalah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Namun dinas berkilah bahwa kontraktor sebagian menunda pencairan hingga 75 persen.

Kepala DPUPR Sragen Marija menyampaikan, serapan anggaran memang baru 45 persen. Pasalnya sebagian besar rekanan memang tidak mengambil uang muka. ”Jadi rekanan tidak ambil uang muka. Biasanya mereka pencairan setelah 75 persen atau sekalian 100 persen, untuk yang modalnya besar,” terang dia.

Dia menyampaikan, rata-rata modal mereka cukup. Sedangkan yang modal kecil biasanya mengajukan per termin. Namun dia menyampaikan, untuk progress pekerjaan fisik saat ini rata-rata sudah 75 persen. Sampai akhir tahun, pihaknya berharap dapat terserap seluruhnya.

Dia menyampaikan proyek fisik pengerjaan 43 paket proyek berjalan dengan baik. Selain itu 11 paket proyek yang masuk APBD Perubahan 2017 sudah rampung proses lelang.

Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen Dwiyanto mendesak agar OPD lebih cepat melakukan serapan anggaran. ”Kita sudah matur ke pimpinan, efektif tinggal dua bulan. Jadi tiap dua pekan kami terus rapat koordinasi rapat evaluasi dari biasanya bulanan,” terangnya.

Dia menyampaikan, serapan total sekitar 62,5 persen dari total APBD 2017 atau sebesar Rp 2,3 triliun. ”Memang seharusnya sudah 75 persen. Tapi kami optimistis serapan dari semua OPD dapat maksimal sampai akhir tahun,” ujarnya.

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia