Senin, 20 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Radar Solo Events
Zetizen Antinarkoba

Skanja Memang Istimewa

Selasa, 31 Oct 2017 16:13 | editor : Perdana

LEBIH HEBOH: Seluruh keluarga besar Skanja, perwakilan P4GN Kabupaten Karanganyar, dan Jawa Pos Radar Solo foto bersama di sela Zetizen Antinarkoba

LEBIH HEBOH: Seluruh keluarga besar Skanja, perwakilan P4GN Kabupaten Karanganyar, dan Jawa Pos Radar Solo foto bersama di sela Zetizen Antinarkoba (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

DUA tahun berturut-turut Zetizen Antinarkoba menyambangi SMKN Jatipuro. Paling gres, kegiatan berlangsung kemarin (30/10). Meski sudah dua tahun berturut-turut jadi host, kemeriahan acara tak pernah luntur. Bahkan acara kali ini jauh lebih heboh.

Ya, Skanja –julukan SMKN Jatipuro–  memang paling tahu caranya menjadi tuan rumah yang baik. Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mewakili Pemkab Karanganyar dan Jawa Pos Radar Solo sebagai penyelenggara dijamu dengan berbagai sajian menarik.

Kedatangan Tim P4GN Kabupaten Karanganyar dan Jawa Pos Radar Solo disambut Nyi Blorong. Diperankan Lina Dwi Fitrianti (kelas XI BB A), Nyi Blorong menyapa sambil berjalan di red carpet. Bertabur bunga yang disebar para dayang-dayang.

”Ini untuk kedua kalinya kami kedatangan tamu dari Jawa Pos Radar Solo dan Tim P4GN. Terima kasih banyak atas kesempatan ini. Ini berarti kami dianggap istimewa karena tahun ini ditunjuk lagi. Untuk anak-anakku, manfaatkan momen ini sebaik mungkin. Serap ilmu sebanyak-banyaknya,” kata Kepala SMKN Jatipuro, Siaga Purnomo dalam sambutannya.

”Mari kita bersama-sama berjanji mencegah narkoba masuk dalam kehidupan kita. Kita deklarasikan pemuda Karanganyar bebas dan bersih dari narkoba,” sambung Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Solo, Muhamad Shidiq.

Usai sambutan, Kepala SMKN Jatipuro secara simbolis menerima kedatangan Jawa Pos Radar Solo dan Tim P4GN dengan pengalungan bunga. Sesaat kemudian memimpin pembacaan Deklarasi Antinarkoba Kabupaten Karanganyar. Didampingi para tamu undangan. Ditirukan oleh seluruh siswa dan segenap guru SMKN Jatipuro.

Acara berlanjut perform ekstrakurikuler (ekskul) Hadrah. Disusul ekskul seni tari membawakan Tari Gambyong, kehadiran duplikat Nyi Blorong yang diiringi aksi Paskibra SMKN Jatipuro. Disambung penampilan Tari Merak.

Tak ketinggalan ekskul PMR, membawakan sebuah drama tentang imbas penggunaan narkoba di kalangan pelajar. Kemudian ekskul Pramuka yang menampilkan beberapa formasi baris berbaris.

Perform yang paling ditunggu-tunggu, yakni ekskul pencak silat. Beragam atraksi memukau disuguhkan. Mulai dari memecahkan batako, bata merah di atas kepala, sampai aksi tarung menggunakan golok dan tongkat. Tentunya golok dan tongkatnya bukan senjata betulan ya!

Tak berhenti sampai di situ, masih ada ekskul seni suara. Menyanyikan dua buah tembang milik almarhumah Nike Ardilla. Berjudul Sandiwara Cinta dan Bintang Kehidupan. Ditutup pembacaan puisi antinarkoba oleh Elisa Nurdi dan ekskul dance yang mengajak seluruh siswa, guru, dan tamu undangan berjoget bersama dalam aksi flash mob.

Zetizen Antinarkoba juga dimeriahkan dengan Expo Skanja. Masing-masing kelas membuka stand bazaar. Menjual aneka kuliner khas pedesaan. Sebut saja es dawet, gendar pecel, dan lain sebagainya. Uniknya, aneka kuliner ini dibeli dengan voucher pengganti uang.

Masuk ke acara inti, sosialisasi antinarkoba berlangsung di aula sekolah setempat. Dipandu Redaktur Jawa Pos Radar Solo, Kabun Triyatno. Kabun menjelaskan tentang tanda-tanda dan gejala seseorang pecandu narkoba.

”Kalau ada di antara kalian yang malas-malasan, mulai suka berbohong, sering melamun, dan emosinya tidak stabil, mungkin bisa dicurigai mengonsumsi narkoba. Harus ada perhatian khusus agar bisa keluar dari jeratan narkoba sekaligus memeranginya,” tegas Kabun. (aya/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia