Sabtu, 25 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Ada Perbaikan, Jembatan Mojo Ditutup Total Pekan Depan

Kamis, 19 Oct 2017 08:38 | editor : Bayu Wicaksono

jembatan mojo solo

Jembatan Mojo bakal ditutup selama 10 hari . (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Pengguna jalan, khususnya dari wilayah timur Sukoharjo yang hendak masuk Kota Solo harus lebih bersabar. Sebab, Jembatan Mojo bakal ditutup selama sepuluh hari untuk kepentingan perbaikan.

       Penutupan dilakukan mulai 24 Oktober hingga 2 November. “Kami sudah mendapat surat tembusan dari DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang). Kami diminta membuat rekayasa lalin (lalu lintas) selama sepuluh hari penutupan Jembatan Mojo,” jelas Kepala Seksi Ketertiban dan Keselamatan Dinas Perhubungan Surakarta Andre Wahyudi.

Dishub mengantisipasi timbulnya kemacetan karena Jembatan Mojo menjadi akses penghubung Kota Solo melalui Jalan Kiai Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon dengan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Titik rawan macet antara lain, simpang empat Baturono, kawasan Pasar Kliwon, Sangkrah, Warung Pelem, dan Ketandan. “Lokasi ini pada hari biasa sudah padat, apalagi kalau nanti akses jembatan ditutup. Makanya, kami siapkan alternatif bagi masyarakat yang hendak memasuki Kota Solo,” beber Andre. 

Alternatif tersebut yakni memutar ke utara atau ke selatan. Di sisi utara, pengguna jalan dari arah Mojobalan yang menuju Kota Solo akan diarahkan menuju kawasan Palur sebelum melintasi Jembatan Jurug. Sementara di sisi selatan, pengendara dari Mojolaban bisa berputar arah Melalui Jembatan Bacem, Sukoharjo.

Dishub Surakarta juga akan berkoordinasi dengan dishub Sukoharjo dan Karanganyar. Mengingat Jembatan tersebut berada di dua wilayah, yakni Sukoharjo dan Kota Solo. Sedangkan koordinasi dengan dishub Karanganyar karena jalur alternatif sisi utara masuk wilayah Bumi Intanpari.

“Koordinasi agar dishub wilayah lain siap dengan fenomena akibat penutupan Jembatan Mojo,” beber Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surakarta Sri Baskoro. 

Selain itu, petugas akan disiagakan di sejumlah titik. Seperti di Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Martadinata, Jalan Juanda, dan Palur (sisi utara), Jalan Veteran, Gading, Grogol, Solo Baru dan Jembatan Bacem. Hal tersebut dibarengi dengan pemasangan rambu-rambu petunjuk arah guna mengurangi dampak kemacetan.

Sekadar informasi, sejak dibangun pada 1985, Jembatan Mojo belum pernah diperbaiki. Meski sudah berusia 32 tahun, jembatan yang menjadi penopang kegiatan perekonomian warga tersebut masih mampu menahan beban hingga puluhan tahun ke depan.

Namun, untuk lebih menjamin keamanan dan kualitas jembatan, pemkot berinisiatif melakukan perawatan. “Ada sekitar 30 persen bagian yang harus dilakukan perawatan. Fokusnya pada pengecatan rangka baja, pengukuran dan pengencangan baut baja, perbaikan pilar serta abutment, hingga perbaikan pelat lantai jembatan,” urai Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Surakarta Nur Basuki.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia