Senin, 20 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Kombis

Pengakses E-Commerce Naik 5 Kali Lipat

Rabu, 18 Oct 2017 14:11 | editor : Bayu Wicaksono

ILUSTRASI

ILUSTRASI

SOLO – Hanya kurun waktu satu tahun, dari 2015 dibanding 2016 pengakses e-commerce meningkat lima kali lipat hingga 50 juta pengguna. Bahkan, hingga akhir tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan pengakses e-commerce hingga 80 persen secara nasional.

Hal itu diungkapkan Handsmanager Telkomsel Solo Nur Hidayat Dwi kepada wartawan. Angka-angka tersebut menjadi bukti bahwa tren belanja masyarakat telah bergeser dari offline ke online. ”Ini menunjukkan bahwa belanja online atau e-commerce sudah menjadi kegiatan yang biasa sehari-hari,” tutur Nur.

Hal ini juga dibenarkan Direktur Operasional PT Sunindo Gapura Prima yang membawahi Solo Paragon Lifestyle Mall Budianto Wiharto. Dikatakan dia, semakin ke sini kian banyak tenant mitra yang memperkecil tokonya karena sudah memiliki online shop. Kini, rata-rata pengunjung yang datang ke mal juga lebih untuk berburu kuliner atau membeli kebutuhan rumah tangga harian.

Selebihnya, untuk fashion atau kebutuhan lain, mereka lebih memilih menggunakan layanan online. Hal itu tentu menjadi tantangan bagi pengelola mal. ”Untuk itu, kami terus terpacu membuat kreativitas agar mal tetap hidup meski online shop makin berkembang,” ujar Budi. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo Bandoe Widiarto mengungkapkan, skala perekonomian makro menunjukkan pencapaian yang baik. Pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 5 persen. Prediksinya, pada 2018 perekonomian bisa melaju lebih cepat. Terlebih dengan pembangunan yang sudah mulai bergerak. 

”Devisa kita cukup aman. Memang, dari stabilitas sistem keuangan masih belum bisa lari kencang. Dapat dilihat, pertumbuhan kredit yang masih di bawah 10 persen,” papar Bandoe.

Namun dengan kondisi ekonomi makro yang cenderung aman, BI rate telah diturunkan menjadi 4,25 persen. Penurunan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan kredit.

Ihwal daya beli, ia menuturkan, sebenarnya tidak menurun. Hanya, pola belanja masyarakat yang cenderung berubah. ”Banyak yang beralih ke online. Selain itu, makin banyak masyarakat yang mulai membeli barang-barang high end. Mereka lebih selektif dan efisien dalam membeli barang maupun jasa,” pungkas Bandoe.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia