Selasa, 17 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Diminta Urus Balik Nama, BPKB Malah Dijual Rp 19,5 Juta

Rabu, 11 Oct 2017 21:18 | editor : Fery Ardy Susanto

Dwi Kurniawan, Warga Pokoh, Wonogiri, tersangka penggelapan BPKB.

Dwi Kurniawan, Warga Pokoh, Wonogiri, tersangka penggelapan BPKB. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Dwi Kurniawan, 30 warga Linkungan Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri harus berurusan dengan pihak berwajib. Dia dilaporkan atas tindakan penggelapan dan penipuan oleh Widiastuti Nugroho, warga Jl. Kartini RT 03 RW 11, Kelurahan Giripurwo, Wonogiri. BPKB mobil Honda Jazz GE8 1.5 S MT (CKD) nopol AD 8573 BM milik Bob Prabantoro, suami Widiastuti dijual tersangka via online senilai RP 19,5 juta.

Awalnya, Dwi diminta Bob mengurus proses balik nama mobil, Maret 2017 di SMKN 2 Wonogiri. Bob menyerahkan KTP, STNK, dan BPKB, dan STNK atas nama Nanda Rizki, alamat Penggingan RT 09 RW 02 Cempokosawit, Sawit, Boyolali kepada tersangka. Selang beberapa hari, STNK telah selesai proses balik nama. Namun BPKB masih dalam proses. Namun dalam prosesnya, Bob keburu meninggal dunia karena sakit.

"Kemudian karena BPKB tidak kunjung jadi. Lalu Senin (7/8) istri Bob Prabantoro, Widiastuti Nugroho menanyakan tentang BPKB tersebut kepada tersangka," kata ," kata Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora melalui Kasat Reskrim, AKP M. Kariri kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (11/10).

Saat ditanya, tersangka selalu berbelit. Hingga pada Minggu (17/9), tersangka ditemani istri, anak, dan ibunya bersama anggota polisi datang ke rumah Widiastuti. Mengakui bahwa BPKB telah selesai proses balik namanya dan sudah berganti nopol menjadi AD 8553 YR dan atas nama  Bob Prabantoro. Tapi BPKB itu terlanjur dijual via online pada 23 Mei. Dibeli Marwi, warga Jawa Timur seharga Rp 19,5 juta.

"Tersangka Rabu (11/10) langsung kami tangkap," tegas Kariri.

Pembayaran diterima tersangka secara bertahap. Pertama dibayar cash di rumah tersangka sebesar Rp 17,5 juta. Kedua melalui transfer rekening Rp 2 juta.

"Uangnya dipakai untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk membeli sepatu serta renovasi rumah. Kami mengamankan STNK dan sebuah HP merk Xiomi Redmi Note 3 warna coklat muda dan sepasang sepatu sebagai barang bukti. Tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan," beber Kariri.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia