Selasa, 12 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Kombis

Pelaku Wisata NTB Garap Pasar Solo

Rabu, 11 Oct 2017 14:16 | editor : Bayu Wicaksono

INCCA NTB

Potensi Lombok, seperti batik, handycraft, dan oleh-oleh dipamerkan dalam table top. (SERAFICA GISCHA PRAMESWARI/RADAR SOLO)

SOLO – Para pelaku pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) benar-benar serius membidik pasar Solo. Dalam kunjungannya ke Kota Bengawan, rombongan dari Lombok yang berasal dari berbagai unsur menggelar table top dan gathering bersama pelaku pariwisata Solo.

Rombongan sebanyak 18 orang itu terdiri dari perwakilan perhotelan, asosiasi, pejabat pemerintah daerah, serta anggota DPRD Lombok. Ketua DPD Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia atau INCCA NTB M. Nur Haedin mengatakan, dalam table top pihaknya ingin menawarkan berbagai potensi yang dimiliki Lombok. Selain meeting, incentive, convention, exhibition (MICE),  mereka juga menawarkan jasa perhotelan dan paket wisata Lombok.

”Kami memanfaatkan rute penerbangan Solo-Lombok yang baru saja dibuka Lion Air atau Batik Air. Hotel-hotel di NTB, terlebih di Lombok siap menyambut masyarakat Solo dan sekitarnya yang akan menggelar MICE, berwisata, berburu kuliner dan oleh-oleh. Kami sudah siap,” urai Nur Haedin kepada wartawan di Hotel Megaland kemarin (10/10).

Solo dan sekitarnya dipilih untuk promosi wisata dan MICE NTB karena pasar ini dinilai sangat potensial. Dimana banyak korporat dan BUMN yang berkantor di Solo. Sehingga akan ada sinergi antara Solo dan sekitarnya dengan Lombok. Wisatawan macanegara (wisman) yang datang ke Lombok bisa juga di teruskan ke Kota Solo dengan memanfaatkan layanan penerbangan langsung.

Sementara itu, Ketua Association of The Indonesia of Tour and Travel (Asita) Solo Daryono menyambut baik koleganya dari Lombok, NTB. Menurut dia, acara itu juga bisa dimanfaatkan para pelaku pariwisata Solo untuk berpromosi. Baik itu oleh pelaku bisnis pariwisata dan MICE, perhotelan, asosiasi, korporat, dan pemerintah daerah

”Kebetulan Kota Solo dan Lombok itu posisi atau levelnya sama, sama-sama MICE destination. Jadi baguslah, kalau sama-sama saling mempromosikan,” ujar Daryono.

Tak hanya mendukung program pariwisata dan MICE, promosi tersebut juga mendorong peningatakan load factor penerbangan. Sehingga maskapai penerbangan makin yakin untuk mempertahankan penerbangan Solo-Lombok.

”Pada November kami akan ada MICE Market. Lombok yang kali pertama bergabung,” pungkas Daryono.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia