Selasa, 17 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Klaten

Musim Penghujan Datang, Petani Tembakau Muram

Senin, 09 Oct 2017 22:29 | editor : Fery Ardy Susanto

Petani tembakau di Desa Solodiran, Klaten sedang memilah tembakau kering, Senin (9/10).

Petani tembakau di Desa Solodiran, Klaten sedang memilah tembakau kering, Senin (9/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Petani tembakau dipastikan gigit jari. Karena tak bisa mendapatkan hasil panen tembakau maksimal. Penyebabnya tak lain perubahan cuaca yang signifikan dari kemarau menjadi instensitas hujan tinggi sejak dua minggu terakhir ini. Alhasil tembakau yang dipanen tak kunjung kering. Sehingga dipastikan harga jualnya mengalami penurunan.

Sebagai informasi, pada panen pertama lalu, kualitas tembakau sudah mencapai grade B. Dengan harga Rp 17-45 ribu per kg. Tergantung kualitasnya. Bahkan sudah menyentuh grade E yang dibandrol Rp 105 ribu per kg. Sayang, setelah hujan selama dua minggu terakhir, harga tembakau anjlok menjadi Rp 75 ribu per kg.

”Perubahan iklim global yang terjadi beberapa tahun terakhir harus jadi perhatian serius petani tembakau. Mau tak mau petani dituntut beradaptasi dan melakukan perubahan agar tak terus menerus menanggung rugi. Kondisi cuaca dengan pola seperti ini jadi peringatan terakhir bagi petani,” papar Ketua Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK) Ariyanta Sigit Suwanta kepada Radar Solo, Senin (9/10).

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia