Minggu, 22 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Terkait Hukuman Widyantoro, Persis Solo Ajukan Banding ke PSSI

Senin, 09 Oct 2017 10:09 | editor : Bayu Wicaksono

pelatih persis solo, widyantoro

Pelatih Persis Solo Widyantoro (bertopi). (ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO)

SOLO – Persis Solo tak mau berpangku tangan dengan terkait hukuman dari komisi disiplin (Komdis) PSSI yang dijatuhkan kepada tiga orang di tim kepelatihan. Manajemen akan memberi perlawanan atas sanksi berat tersebut dengan mengajukan banding. Memori banding akan dikirimkan ke Komisi Banding PSSI hari ini (9/10).

Sesuai dengan surat Komdis PSSI bernomor 180/L2/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 Oktober 2017, Widyantoro dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di lingkungan sepakbola PSSI selama 12 bulan serta denda sebesar Rp 100 juta karena terjadi pelanggaran kode disiplin PSSI pasal 60.

Sementara untuk pelatih kiper I Komang Putra, dan mesure Mursyid sesuai surat dari Komdis PSS dengan nomor 180/L2/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 2017, pelatih kiper Persis Solo itu dinyatakan melanggar pasal 59 kode disiplin PSSI dan diberikan hukuman larangan mendampingi tim sebanyak tiga kali serta denda Rp. 30 juta.

CEO Persis Solo, Bimo Putranto menyatakan akan mengajukan banding. Sanksi itu cukup memberatkan bagi tim maupun orang yang dijatuhi sanksi. Secara tim tentunya tidak dapat mendampingi pemain saat bertanding. Sedangkan bagi individu mengancam karir di sepakbola.

”Pemberian sanksi harus sesuai dengan fakta yang ada, kami akan berupaya banding,” tutur Bimo.

Sekjen Persis, Langgeng Jatmiko menambahkan manajemen sudah mempersiapkan bukti-bukti untuk diajukan ke komisi banding. Rencananya, memori banding dikirim Senin (9/10). ”Kami sudah siapkan bukti berupa rekaman video kronologi kejadian dari para pelatih. Coach Wiwid (sapaan akrab Widyantoro) sendiri merasa tidak menjegal atau menendang,” jelas Langgeng.

Pihaknya berharap komding bisa mengambulkan banding itu untuk membatalkan sanksi yang diberikan. ”Kami berharap komisi banding bersikap bijak dalam memutuskan banding,” tandasnya.

Seperti diketahui, Komdis PSSI mengeluarkan sanksi bagi tiga orang di tim kepelatihan. Surat turun beberapa jam jelang laga Persis menjamu PSPS Riau, Jumat (6/10). Widyantoro dituding melakukan intimidasi terhadap wasit Ahmad Tuharea yang memimpin pertandingan Persis melawan Cilegon United di Stadion Manahan Kamis (28/9) lalu.

”Sanksi yang sangat berat. Apalagi saya merasa tidak melakukan tuduhan itu, saya hanya mengingatkan wasit agar bertindak adil,” Keluh Widyantoro.

(rs/adi/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia