Senin, 11 Dec 2017
radarsolo
icon featured
Solo

10 Menit, Wali Kota Rudy Gigit Reog

Sabtu, 07 Oct 2017 12:17 | editor : Perdana

Pemain reog dari Eks Karesidenan Surakarta, Jogjakarta, Ponorogo, dan Malang adu lincah di Festival Semarang Singo Barong kemarin.

Pemain reog dari Eks Karesidenan Surakarta, Jogjakarta, Ponorogo, dan Malang adu lincah di Festival Semarang Singo Barong kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Pembukaan Festival Semarak Singo Barong di halaman Benteng Vastenburg kemarin (6/10) cukup istimewa. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo ikut menjajal sensasi menggigit dan menyunggi reog.

Meskipun hanya sekitar sepuluh menit, Rudy mampu berdiri tegak dengan menahan beban reog berbobot puluhan kilogram di kepala. “Sudah sepatutnya kesenian reog ini kita jaga, kita lestarikan dan kita kenalkan kepada anak-anak kita. Tidak hanya itu, kita juga harus mengembangkan kesenian ini agar terus hidup dan tidak diakui oleh negara lain,” bebernya.

Kota Solo pun tak mau kalah melestarikan reog. Itu diwujudkan dengan menyumbangkan properti kesenian reog kepada sejumlah kelurahan untuk memovitasi warga belajar bermain reog.

“Saya juga menekankan kesenian reog jangan dikaitkan dengan hal berbau mistis. Reog adalah wujud kesenian dan kebudayaan. Tidak ada kandungan mistis di dalamnya,” tegas wali kota. 

Festival Semarak Singo Barong diselenggarakan dinas kebudayaan Surakarta sebagai upaya pencitraan dan pelestarian budaya. Sebagai pembuka ditampilkan pemain reog anak-anak.

Ketua panitia kegiatan Eko Sadono menjelaskan, festival yang berakhir hari ini tersebut mengusung tema “Ajining Nagoro Ono Ing Luhuring Budoyo”. Pesertanya mencapai 30 kelompok kesenian reog dari Solo, Sukoharjo, Wonogiri, Ponorogo, Malang, dan Jogjakarta. (dam/wa)

(rs/bram/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia