Minggu, 22 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Solo

Tarif Kereta Api Ekonomi Batal Naik

Kamis, 05 Oct 2017 10:17 | editor : Bayu Wicaksono

Tarif Kereta Api Ekonomi Batal Naik

SOLO – Para pengguna kereta api (KA) urung bersedih hati. PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan penyesuaian atau kenaikan tarif KA bersubsidi yang sedianya diterapkan untuk keberangkatan 1 Januari 2018.

Oleh karena itu, tarif yang berlaku masih sama sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (MP) Nomor 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi. Corporate Communications Manager PT KAI Daops VI/Jogja Eko Budiyanto membenarkan batalnya kenaikan tarif tersebut.

Menurut dia, pembatalan dilakukan karena KAI ingin tetap memberikan tarif murah kepada masyarakat. Terutama pengguna KA ekonomi yang selama ini mendapat subsidi pemerintah. Dari 20 rute perjalanan KA yang tarifnya batal naik, ada dua KA di wilayah Daops VI/Jogja. Yakni, KA Bengawan rute Stasiun Purwosari-Stasiun Pasar Senen dan KA Sri Tanjung rute Lempuyangan-Boyolali.

”Tarif KA Bengawan yang rencananya disesuaikan menjadi Rp 80 ribu kembali ke tarif Rp 74 ribu. Kemudian, KA Sri Tanjung yang direncanakan naik menjadi Rp 110 ribu tetap di tarif Rp 94 ribu,” ujar Eko saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.

Kendati tarif batal naik, namun Eko memastikan fasilitas KA tetap sama. Layanan oleh KAI, termasuk gerbong yang digunakan tidak akan  dikurangi atau diganti. Masyarakat juga masih tetap bisa membeli tiket KA keberangkatan 1 Januari 2018 mulai 2 November 2017. Atau H-60 keberangkatan. Pembelian dilayani di seluruh channel resmi penjualan tiket KA.

”Kami tetap memberi yang terbaik bagi masyarakat. Untuk KA Bengawan dan Sri Tanjung secara load factor mencapai 95 persen per hari. Melihat okupansi yang begitu tinggi, itu artinya banyak masyarakat yang memanfaatkan KA sebagai transportasi darat,”  pungkas Eko.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia