Senin, 23 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Features

Mengenal Aloysius Andy Sulistyo, Banker Nyambi Jual Minuman Rempah

Selasa, 03 Oct 2017 16:48 | editor : Bayu Wicaksono

Pimpinan cabang BRI Solo

ALOYSIUS ANDY SULISTYO (DOKUMEN PRIBADI)

SOLO - Menempati posisi penting di bank pelat merah Kota Solo, Aloysius Andy Sulistyo enggan hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tetap ingin bermanfaat bagi orang lain.

Terinspirasi dari kegemarannya keliling kota dan nyeruput kopi, Andy sapaan akrabnya tergerak merintis usaha kedai kopi guna mewadahi anak muda yang hobi nongkrong.

Beragam jenis kopi nusantara tersaji di kedai Ngopi Serius. Sukses dengan sajian kopi, Andy tertantang mendirikan satu lagi bisnis kuliner. “Memang tidak mudah bekerja di dua sisi yang mungkin berlainan arah. Satu saya harus membawa amanah sebagai pimpinan yang kerjanya juga tak mengenal waktu dan penuh dengan pressure,” jelas pimpinan cabang BRI Solo Jenderal Sudirman.

Di sisi lain, dia dituntut piawai mengelola bisnisnya. “Namun, inilah yang saya cari. Agar semua pekerjaan saya seimbang antara teori di perbankan dengan kenyataan lapangan sebagai pengusaha,” katanya.

Bapak satu anak ini mengaku ingin terus berkarya dengan melakukan beragam inovasi. Kini, Andy memenuhi janjinya membuka warung Solo Rempah. Bukan berarti bosan dengan kopi, dia ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. 

Sesuai namanya, usaha kuliner tersebut 100 persen menggunakan rempah-rempah nusantara. Bahkan tamu bisa melihat langsung proses pembuatan minuman sebelum disajikan.

"Nggak mau sembarangan menyajikan minuman. Kami ingin memberikan yang kaya manfaat. Habis menikmati minuman rempah, tamu dapat merasakan efek positifnya pada tubuh,” ujarnya. 

Pria kelahiran Jakarta, 13 Mei ini selalu enjoy menekuni pekerjaan apapun. Baginya, dengan mencintai pekerjaan akan memberikan hasil maksimal.

Yang menarik pada diri Andy adalah meskipun disibukkan dengan beragam aktivitas, dia tetap bisa menekuni hobinya diving alias menyelam. Itu pula yang dilakukannya saat bertugas di Sulawesi Tenggara, Irian Jaya, Ambon, dan Bali.

Ketika libur panjang, Andy pernah ikut life in board atau tinggal di atas kapal selama lima hari untuk menyelam. "Diving itu susah-susah gampang. Mengajarkan kita tidak egois dan kompak dalam satu tim. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil,” katanya.

Bisa menikmati pemandangan bawah laut, imbuh dia, merupakan sensasi luar biasa yang keindahannya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. “Karena di Kota Solo tidak ada laut, jadi diving-nya dalam bentuk wirausaha itu," kelakarnya.

Sifatnya yang supel, menjadikan Andy mudah untuk bergabung ke sejumlah komunitas. Prinsip hidupnya adalah disiplin. Apapun aktivitas harus didasari disiplin guna mendapatkan hasil terbaik.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia