Senin, 25 Sep 2017
radarsolo
Klaten

Di Klaten, Kesenian Ketoprak Sudah Jadi Ekskul di SD

Kamis, 14 Sep 2017 11:02 | editor : Bayu Wicaksono

Kelompok Ketoprak SDN 2 Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah

Kelompok Ketoprak SDN 2 Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah (ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN)

KLATEN - Festival Ketoprak Anak (FKA) sukses digelar Amigo Group di Aula SD Kristen 3 Klaten, pekan lalu. Kabar baiknya, ternyata kesenian ketoprak sudah menjadi ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah dasar.

Dua siswa SDN 2 Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Aji Birowo dan Agus Zainuddin berhasil mengocok perut penonton dalam FKA di SD Kristen 3 Klaten. Aksi keduanya memang cukup kocak. Melakonkan prajurit Kerajinan Majapahit.

SDN 2 Jomboran dalam FKA menampilkan cerita Kerajaan Majapahit. Dengan lakon Raden Wijaya. Penampilan ketoprak yang melibatkan 23 siswa ini seketika pecah saat Aji Birowo, siswa kelas 2 dan Agus Zainuddin (kelas 3) membawakan berbagai banyolan lucu.

Usai beraksi, wartawan Radar Solo menyempatkan untuk menghampiri keduanya di fitting room. ”Latihannya cuma satu minggu saja untuk menghadapi festival kali ini. Baca naskah harus berulang-ulang hingga hafal. Main ketoprak itu tidak susah kok,” kata Aji yang bercita-cita menjadi dalang itu kepada Radar Solo.

Dalam sajian ketoprak yang mereka tampilkan, Aji memerankan prajurit Kerajaan Majapahit dengan nama panggung Aji Birowo Mendem Telo. Sedangkan Agus memerankan tokoh serupa dengan panggilan akrabnya di atas panggung, Kentus. Meski masih belia, Agus dan Aji sukses membawakan perannya di atas panggung.

Tingkah lucu dan totalitas keduanya mendapatkan apresiasi dari penonton. Hingga suara riuh penonton sering menggema di aula tersebut. Agus sendiri sudah terbiasa berpasangan dengan Aji di tiap pergelaran ketoprak. Khususnya pada sesi dagelan. ”Sering tampil duet dengan Aji. Sering juga main Jathilan,” beber Agus.

Ternyata, aksi apik mereka di atas panggung bukan suatu kebetulan. Ternyata, kesenian ketoprak sudah menjadi salah satu ekskul di SDN 2 Jomboran. Jadi, tidak mengherankan kelompok ketoprak SD ini cukup atraktif dan tidak canggung saat tampil di depan ratusan penonton.

”Sebenarnya mereka sudah terbiasa memainkan ketoprak karena berlatih setiap seminggu dua kali. Apalagi untuk persiapan festival kali ini, kami berlatih secara intensif selama tiga minggu. Mereka langsung dilatih guru ekstrakurikuler kesenian tradisional,” jelas Kepala SDN 2 Jomboran, Sumanta.

Sumanta sendiri memuji perform anak didiknya di festival tersebut. Sekolah sengaja mengambil lakon Raden Wijaya untuk mengenalkan kepada siswanya tentang ilmu sejarah. Selain untuk berpartisipasi juga melestarikan kesenian tradisional, generasi muda juga bisa memahami sejarah di Indonesia.

Pentas yang ditampilkan SDN 2 Jomboroan itu ternyata bukan pertama kalinnya. Beberapa kali mereka diundang untuk tampil. Baik di kantor desa maupun hajatan warga. Meski pun hanya sebatas difasilitasi dengan bayaran nasi kotak, namun Aji dkk tetapi menikmati kesenian tradisional tersebut.

(rs/ren/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia