Selasa, 21 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Klaten

Pengenalan Ketokohan Pahlawan lewat Kanvas Sepanjang 200 Meter

Kamis, 14 Sep 2017 10:03 | editor : Bayu Wicaksono

Ratusan siswa SMPN 1 Klaten sedang melukis sketsa wajah pahlawan di media kain kanvas  sepanjang 200 meter.

Ratusan siswa SMPN 1 Klaten sedang melukis sketsa wajah pahlawan di media kain kanvas sepanjang 200 meter. (ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN)

KLATEN – Mengenalkan sosok pahlawan kemerdekaan kepada generasi muda, digelar lomba melukis area parkir SMPN 1 Klaten, kemarin (13/9). Sebanyak 170 siswa kelas VII, VIII, dan IX ambil bagian dalam lomba lukis pahlawan yang digelar Klaten Biennale. Peserta mengekspresikan kekaguman kepada sosok pahlawan idola mereka di atas media kanvas sepanjang 200 meter.

Direktur Eksekutif Klaten Biennale, Temanku Lima Benua atau akrab disapa Liben mengatakan, lomba melukis pahlawan ini sebagai media penguatan pendidikan karakter kepada generasi muda. Diharapkan para siswa lebih mengenal ratusan pahlawan Indonesia dengan berbagai latar belakangnya.

”Supaya mereka lebih mengenal pahlawan-pahlawan lainnya. Jadi tidak hanya sekadar mengenal pahlawan Soekarno-Hatta saja. Masih banyak pahlawan lainnya di Indonesia. Melalui cara seperti ini, diharapkan peserta selalu mengingat jasa para pahlawan,” kata Liben kepada Radar Solo.

Dari lomba ini, para siswa menjadi lebih mengenal pahlawan lainnya. Sehingga timbul rasa ingin tahu untuk mempelajari sejarah pahlawan bersangkutan. Dari yang belum begitu mengenal pahlawan yang dilukis, tentu mereka akan mencari seluk belum sejarahnya.

Liben menekankan, hasil karya lukisan bukan menjadi tolok ukur dalam penilaian lomba. Lebih dari itu, diharapkan bisa memupuk nilai-nilai solidaritas dengan sesama. Sebab ada tim penilai yang mencatat kerja sama antarpeserta satu dengan lainnya. Mulai dari meminjamkan kuas, cat, hingga etika sosial.

”Jadi belum tentu yang hasil lukisannya bagus menjadi juara. Justru kami mempertimbangkan sikap peserta sendiri saat melukis. Poin utamanya peserta yang mampu mengamalkan dan meneladani perjuangan dari pahlawan yang dilukisnya,” beber Liben.

Anthony Kusuma Wijaya, 14, siswa kelas IXD SMPN 1 Klaten terlihat melukis sosok Supriyadi. Dia mengaku mengidolakan pahlawan tersebut karena berani membela negara dengan membentuk tentara PETA. ”Perjuangannya sangat menginspirasi,” jawabnya singkat.

(rs/ren/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia