Jumat, 22 Sep 2017
radarsolo
Features

Lebih Dekat dengan Sundari Nova Witriasari, Pemenang Mbak Klaten 2017

Rabu, 13 Sep 2017 16:45 | editor : Bayu Wicaksono

Sundari Nova Witriasari

Sundari Nova Witriasari (ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN)

KLATEN - Bisa menyandang gelar Mbak Klaten dengan mewakili Kota Bersinar ke tingkat provinsi dan nasional merupakan impian sebagian perempuan di Klaten. Inilah yang sedang dirasakan Sundari Nova Witriasari, gadis 19 pemenang Mbak Klaten 2017. Kemenangan ini dianggap mengejutkan karena dia baru mendaftarkan diri di detik-detik akhir.

Sesosok gadis cantik mengenakan kebaya lurik turun dari panggung yang berdiri megah di halaman Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten, Minggu malam (10/9). Di tangan kanan dan kirinya masing-masing menggenggam trofi. Senyumnya seketika mengembang saat wartawan Radar Solo menghampiri.

”Terima kasih mas. Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa jadi pemenang,” jawab Sundari Nova Witriasari kepada Radar Solo sambil menyodorkan tangan kanan untuk berjabat tangan.

Sundari merupakan pemenang Mbak Klaten 2017. Gadis asal Dusun Wonorejo, Desa Bulusan, Kecamatan Karangdowo ini memang tidak menyangka saat namanya disebut sebagai pemenang. Mengingat perjuangannya sepanjang pendaftaran hingga seleksi cukup berat dan menguras tenaga.

Mahasiswa semester 3 Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini sempat pesimistis bisa menjadi peserta. Maklum, dia baru mendaftar jadi kontestan Mas Mbak Klaten 2017, dua hari jelang penutupan. Sialnya lagi, saat mendaftar di kantor Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, dia tidak membawa persyaratan administrasi. Hanya berbekal kartu tanda penduduk (KTP).

”Jujur bisa menang, saya malah tidak mengira. Karena waktu mendaftar saja di hari-hari terakhir. Saat daftar saya hanya bawa KTP saja. Beruntung ada seorang ibu pegawai yang baik hati. Memfotokopikan KTP saya agar bisa ikut Mas Mbak Klaten 2017,” kenang Sundari.

Usaha memang tak pernah membohongi hasil. Sejak diumumkan lolos 10 besar, Sundari kian mempersiapkan diri dengan matang. Seluruh materi yang didapat dari masa pembekalan dilahapnya. Hasilnya, sebelum jadi pemenang Mbak Klaten, Sundari juga dinobatkan sebagai Mbak Klaten Favorit. Pemilihan ini berdasarkan polling dari masyarakat Klaten via SMS.

”Jelas sangat senang sekali bisa meraih gelar ini. Tetapi sesungguh di dalamnya tidak ada kompetisi yang sengit. Kami para peserta justru saling membantu dan menganggap sebagai keluarga. Ke depannya, saya mesti banyak belajar lagi untuk bisa menunjukan sisi terbaik. Mengingat Oktober nanti harusd bersaing di tingkat provinsi,” beber Sundari.

Ya, tugas berat sudah di depan mata Sundari. Dia harus bersaing menjadi wakil Klaten di ajang Duta Wisata Jawa Tengah 2017. Beban kian menggunung lantaran harus mempertahankan gelar yang diraih wakil Klaten, Indiri Wibowo yang terpilih sebagai Duta Wisata Jawa Tengah 2016.

Kini, fokus Sundari mempromosikan wisata yang ada di Klaten terlebih dahulu. Sebab hal itu merupakan tugas utamanya setelah terpilih sebagai pemenang. ”Tentunya saya juga akan mempromosikan wisata di Klaten agar potensinya yag ada saat ini bisa dikenal di seluruh Indonesia hingga ke mancanegara,” tandasnya.

(rs/ren/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia