Sabtu, 25 Nov 2017
radarsolo
icon featured
Features

Ihsan Kolip, Kolektor Tiket Pertandingan Persis Solo Sejak 2010

Selasa, 12 Sep 2017 09:21 | editor : Bayu Wicaksono

Kolip memamerkan tiket pertandingan koleksinya.

Kolip memamerkan tiket pertandingan koleksinya. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

SOLO - Beragam ekspresi diwujudkan suporter untuk mendukung Persis Solo. Di antaranya koleksi jersey. Tapi, itu sudah biasa. Ihsan Kolip punya cara lebih nyeleneh dan tetap konsisten menggelutinya

Sebuah pigura foto berukuran 15x10 sentimeter tertempel belasan lembar potongan tiket pertandingan Persis Solo. Tak hanya itu, di dalam boks kardus sepatu juga berisi benda serupa.

Kondisinya bermacam-macam. Ada yang masih klimis, lusuh, robek, atau bahkan hanya tersisa potongan kertas kecil. Bagi pemuda 22 tahun itu, apapun kondisinya, tiket-tiket tersebut sangat berharga.

Kolip, saapan akrabnya mulai mengumpulkan lembar demi lembar tiket sejak 2010. Saat itu, Persis Solo masih berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia. Meski prestasi Persis tak terlalu bagus, namun dia tetap cinta mati.

”Tiket yang dikoleksi tidak hanya Persis Solo, tapi juga Persis Junior. Ada pula tiket parkir kendaraan dan tiket perjalanan ke pertandingan,” jelas Kolip.

Tiket-tiket tersebut tidak selalu dibeli sendiri. Beberapa di antaranya merupakan pemberian teman karena dirinya tidak dapat hadir langsung menyaksikan pertandingan Persis Solo.

Bentuk dan desain tiket koleksi Kolip beragam. Seperti gelang, stiker, hingga tiket konvensional dari kertas. ”Ada yang desainnya bagus, ada juga yang sangat sederhana. Seperti tiket saat pertandingan Persibangga Purbalingga melawan Persis 2015. Tiketnya hanya kertas putih polos yang difotokopi. Itu yang paling unik,” beber warga Gembongan, Kartasura, Sukoharjo itu.

Sayangnya, tiket paling unik tersebut malah hilang. Sebab, memang tak mudah untuk merawatnya. Kolip memperlakukan koleksi tiket tersebut layaknya uang pecahan Rp 100 ribu. Sangat berharga.

Pernah suatu ketika tiket yang di kantongnya basah terkena hujan. Sesampainya di rumah, tiket tersebut dikeringkan memanfaatkan mesin penanak nasi. ”Setiap lembar tiket mempunyai cerita dan pengalaman sendiri. Dari tiket, kita punya bukti otentik dalam mengawal tim kebanggaan,” tandas Kolip.

Koleksi tiket kebanggaan Kolip lainnya adalah saat pertandingan antara PPSM Magelang melawan Persis Solo di Stadion Madya, Kota Magelang 14 Januari 2014. Saat itu, prestasi Persis sedang menanjak. Persis butuh kemenangan agar lolos ke babak selanjutnya. Pertandingan berjalan dramatis. Sempat tertinggal dua gol, Persis akhirnya mampu membalas tiga gol dan memenangkan pertandingan. ”Itu pertandingan away pertama dan pertandingan paling krusial,” terangnya.

Dari tiket juga menjadi pengingat pengalaman pahit yang sulit dilupakan. Seperti ketika Persis bertandang ke markas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo April 2012. Pertandingan harus terhenti karena terjadi friksi antarsuporter dan menyulut kerusuhan di luar stadion. Kolip turut merasakan dampaknya. ”Karena rusuh, sempat khawatir pas mau kembali ke Solo,” kenang dia.

Saat ini, belum tersedia wadah kolektor tiket Persis. Namun, dia berencana menggandeng suporter lainnya untuk bisa saling bertukar pengalaman. Kolip berkeinginan mengoleksi tiket satu musim penuh. ”Musim ini ingin koleksi semua pertandingan. Dari pertandingan uji coba, trofeo, sampai penyisihan grup,” harapnya.

Dia juga berprinsip untuk mendapatkan tiket pertandingan pantang membeli lewat calo. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap praktik calo yang merugikan tim. ”Saya lebih baik antre lama daripada beli lewat calo. Ini juga menghindari tiket palsu, karena saya pernah dapat tiket palsu,” tegas Kolip.

(rs/adi/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia