Jumat, 22 Sep 2017
radarsolo
Wonogiri

Eromoko-Baturetno Hanya 15 Menit

Sabtu, 09 Sep 2017 17:16 | editor : Perdana

WONOGIRI – Ini bukan soal pembangunan jalan tol. Tapi, fungsinya mirip jalan bebas hambatan. Rute Eromoko menuju Baturetno yang biasanya ditempuh menggunakan sepeda motor selama satu jam, kini cukup 15 menit saja.

Itu setelah tinggi muka air (TMA) Waduk Gajah Mungkur (WGM) terus menyusut. Jalur yang tadinya terendam air, kini bisa dilalui warga. Namun harus ekstrahati-hati karena permukaan tanah tetap licin dan bergelombang.

"Warga Eromoko, Wuryantoro maupun Manyaran yang mau ke Baturetno atau sebaliknya harus memutar arah (ketika TMA WGM normal, Red). Biasanya melalui Wonogiri Kota, atau bisa juga lewat Pracimantoro," urai Aris Purwanto, 36, warga Eromoko kemarin (8/9). 

Nah, ketika WGM menyusut, jalan penghubung Eromoko-Baturetno yang tadinya tertutup air, beberapa hari terakhir kering. Jalur alternatif tersebut dimanfaatkan warga menghemat waktu perjalanan hingga sekitar 45 menit. Dibandingkan melalui Wonogiri atau Pracimantoro. "Eromoko-Baturetno hanya 15-20 menit," kata Aris.

Camat Eromoko Danang Erawanto mengatakan, “jalan tol” dadakan itu belum kering benar. Hanya kendaraan roda dua yang biasa menerabas lahan WGM yang mengering tersebut. "Ya jalannya bisa dilalui. Tapi, di beberapa titik masih basah,” terang dia.

Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III, Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Erwando Rahmadi melalui Hermawan Cahyo Nugroho Kepala Subbid Divisi III/ I Wilayah Sungai Bengawan Solo menerangkan, hingga Kamis (7/9), elevasi WGM menunjukkan angka 129.36 Mdpl. “Masih aman karena batas bawahnya 127.00 Mdpl," ujarnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia