Jumat, 22 Sep 2017
radarsolo
Wonogiri

Produksi Beras di Wonogiri Alami Surplus

Kamis, 07 Sep 2017 15:17 | editor : Bayu Wicaksono

WONOGIRI - Meski kekeringan melanda Wonogiri selatan dan menyebabkan beberapa wilayah mengalami gagal panen, namun secara keseluruhan ketersediaan pangan dari sisi produksi mengalami surplus. Stok cadangan pangan di wilayah Wonogiri masih tersedia 88.267 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri Safuan melalui Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan Hariyadi, mengatakan bahwa untuk ketersediaan pangan dari sisi produksi Januari-Juni 2017 produksi padi 342.192 ton, penyediaan 192.268 ton sedangkan kebutuhan 42.136.

"Penyediaan dikurangi kebutuhan, kita masih surplus 150.132 ton," kata Hariyadi.

Kemudian hingga bulan Juni 2017 stok gabah atau beras di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) gabah 262 ton dan beras 3,7 ton, stok gabah atau beras di Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) 224 ton.

"Stok di Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten di Dinas Pertanian dan Pangan sebanyak 16,9 ton gabah," terangnya.

Ditambah lagi, stok gabah di Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) masih 333 ton gabah. Kemudian stok Cadangan Pangan yang dikelola Dinas Sosial di Gudang Bulog 2016 100 ton.

"Untuk stok di Gudang Bulog Ngadirojo yakni beras miskin Wonogiri 586 ton," tambahnya.

Sedangkan Cadangan Pangan Swasta di 32 pengusaha beras, pedagang grosir, eceran di Kabupaten Wonogiri mencapai 8.685 ton gabah dan 87.576 ton beras. Ditambah resi gudang yang dikelola Bidang Perdagangan sekitar 30 ton gabah.

"Sehingga total cadangan pangan 2017 masih aman yakni gabah 9.569 dan beras 88.267 ton," tegas Hariyadi kepada Radar Solo, Kamis (7/9).

(rs/kwl/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia