Minggu, 24 Sep 2017
radarsolo
Sepak Bola

Suporter Timnas Meninggal Kena Petasan, Pasoebek: Pelaku Bukan Anggota Kami

Senin, 04 Sep 2017 18:10 | editor : Bayu Wicaksono

BEKASI - Tewasnya suporter Timnas Indonesia, Catur Yuliantono yang terkena petasan saat laga uji coba Timnas melawan Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi (2/9), ternyata menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Informasi terbaru, tim Kepolisian Metro Bekasi Kota mengarahkan penyelidikan ke Kota Solo, khususnya ke komunitas suporter Pasoepati.


Polisi menduga pelempar petasan yang menewaskan suporter asal Jakarta tersebut, berasal dari anggota Pasoepati yang turut menonton pertandingan tersebut.


Pasoepati masuk indikasi tersebut, sebab saat kejadian lokasi penembakan petasan lempar berasal dari sektor 2D tribun selatan. Dimana kala itu terselip anggota Pasoepati disana.


Ketua Pasoepati Bekasi (Pasoebek), Wakhid Khoirudin mengungkapkan bahwa saat kejadian 20an anggotanya berada berdiri di pinggir pagar, tepat di bawah steger dirigen. Lokasi oknum yang menyalaan flare ada di sisi tengah yang masih satu tribun yang sama dengan Pasoepati.


”Jaraknya oknum tersebut dengan anggota kami pun cukup jauh. Anggota kami yang ada di lokasi pun sama sekali tak mengenal siapa sosok penyalaan flare tersebut, termasuk dari komunitas suporter mana dia. Kami tegaskan, bahwa pelakunya bukan dari anggota kami,” beber Wakhid Khoiruddin kepada Radar Solo, Senin (4/9).


Usai kejadian polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari olah tempat kejadian perkara. Korban sendiri meninggal setelah terkenal roket flare di tribun timur, di mana lokasi pelemparan tersebut berasal dari tribun selatan. Titik tribun yang sama, dengan Pasoepati Bekasi berada.


Wakhid menjelaskan saat flare pertama dinyalakan oleh salah satu oknum suporter di tibun selatan, anggotanya sempat melihatnya. Namun saat penyalaan yang kedua yang masih di titik yang hampir sama, anggota Pasoebek memilih untuk fokus menatap ke lapangan dan kembali bernyanyi.


”Kami juga malah baru tahu, ternyata ada tragedi yang asalnya dari tribun kami. Usai kejadian  dua anggota kami dibawa ke kantor polisi, dan dimintai keterangan. Karena polisi menganggapnya tak bersalah, akhirnya langsung dilepaskan,” bebernya.


Pria yang akrab disapa Acid tersebut mengungkapkan dasar utama penyudutan nama Pasoepati, besar kemungkinan karena dibentangkannya banner besar bertuliskan Pasoepati Bekasi. ”Padahal yang ada di tribun itu bukan hanya anggota kami. Lagian anggota kami hanya 20 orang, diantara ribuan suporter Timnas lainnya di tribun itu,” jelasnya.


Seperti yang diketahui sebelumnya, dimana pelemparan petasan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB (2/9. Itu terjadi saat laga pertandingan Timnas Indonesia versus Fiji. Catur yang menjadi korban, saat itu menonton di bangku tribun timur tengah. Korban langsung dibawa petugas medis ke RS Mitra Keluarga, Bekasi Barat usai kejadia yang dalaminya. Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 18.20 WIB, ternyata pihak rumah sakit sudah menyatakan korban telah meninggal dunia.

(rs/NIK/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia