Selasa, 17 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Casual B6 Bentangkan Spanduk dan Pulang Lebih Cepat, Ada Apa?

Senin, 14 Aug 2017 09:37 | editor : Bayu Wicaksono

Spanduk yang dibentangkan Casul B6.

Spanduk yang dibentangkan Casul B6. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Sebuah aksi tak biasa dilakukan oleh suporter pendukung Persis Solo di tribun timur sisi B6. Suporter yang akrab disapa casual B6 atau Surakartans tersebut, ternyata memilih untuk keluar sejak menit ke-40 saat laga Persis melawan Persipur Purwodadi di Stadion Manahan, kemarin (13/8).


Sebelum aksi tersebut dilakukan, ada dua spanduk besar dibentangkan oleh mereka. Yang pertama adalah spanduk bertuliskan “Neng Kene Isine Salah Karo Salah!”. Lalu spanduk kedua yang berukuran lebih kecil bertuliskan “Terimakasih” yang terdapat dua wajah orang di sisi kanan dan kiri. Sepanjang pembentangan tersebut, mereka bernyanyi lagu “Suket Teki” milik Didi Kempot.


Pihak Polresta Surakarta meminta untuk menurunkan spanduk tersebut, namun tak digubris. Hingga akhirnya mereka mau menggulung kembali spanduk tersebut, dan memutuskan hampir 3000 anggota Surakartans keluar stadion sebelum babak pertama selesai.


Pihak keamanan sengaja meminta penurunan spanduk tersebut, mengingat tribun timur merupakan lokasi yang steril dari spanduk maupun bendera. Untuk mengantisipasi sanksi yang muncul, akhirnya pihak keamanan memang meminta untuk tak lama-lama dibentangkan.
”Kalau mau pulang, ya silakan pulang asal dengan tertib. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu ketertiban,” ucap Kompol Joko Arief melalui pengeras suara.
Dari informasi dilapangan, ternyata wajah orang yang terpampang dalam spanduk tersebut merupakan korban penyerangan di area Lapangan Tenis Manahan Solo, 30 Juli lalu. Tak diketahui pasti kelompok mana yang terlibat dalam bentrok tersebut. Yang pasti, dua anggota Casual B6 harus menjalani perawatan di rumah sakit.


Setelah insiden itu pun, Polresta Surakarta sebenarnya sempat mengumpulkan para suporter, manajemen serta pemain Persis Solo di Rumah Makan Adem Ayem, 2 Agustus lalu. ”Aksi ini kemungkinan berkaitan dengan kasus adanya gesekan antar suporter di lapangan tenis Manahan, saat laga Persis melawan Sragen United (30/7). Setelah turun dari tribun, ternyata seluruh anggota B6 memilih untuk langsung pulang keluar stadion. Mungkin itu sikap kurang puasnya mereka, ”beber Ketua Keamanan Stadion Manahan, Tri Sutrisna.


Terpisah, Wakil Presiden DPP Pasoepati, Ginda Ferachtriawan ternyata enggan mengomentari aksi bentang spanduk yang dilakukan anggota B6. Dia hanya mengimbau kepada seluruh suporter Persis Solo untuk lebih tertib selama berada di stadion. ”Cintailah klub dengan sepenuh hati, bukan sesuka hati. Karena kalau melakukan kegiatan yang tidak sesuai aturan, klub yang akan dirugikan. Nanti bisa kena sanksi lagi,” ucap Ginda kepada Radar Solo.

(rs/NIK/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia