Rabu, 18 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Olahraga

Angelica Pratama Nitajaya, Bocah 5 Tahun Juara Sepatu Roda Internasional

Selasa, 01 Aug 2017 09:17 | editor : Bayu Wicaksono

Angelica Pratama Nitajaya

Angelica Pratama Nitajaya

Gadis cilik ini bisa menjadi inspirasi banyak orang. Terutama mereka yang gampang putus asa. Di usianya yang baru lima tahun, Angelica Pratama Nitajaya dapat meraih juara sepatu roda taraf internasional. Meskipun lebih dulu harus bersusah payah.

Layaknya anak-anak pada umumnya, Angelica yang akrab disapa Caca malu-malu saat bertemu Jawa Pos Radar Solo. Untungnya, sang bunda, Anita Sulistyaningsih mendampingi Caca sehingga dia menjadi lebih percaya diri menceritakan prestasinya.

Berawal ketika umur empat tahun, Caca merengek minta dibelikan sepatu roda. Bukan sekadar mengekor teman-teman sebaya, gadis cilik berambut sebahu itu mencoba sepatu rodanya ke kompleks Stadion Manahan. Kebetulan, di saat bersamaan, cukup banyak anak-anak lain seusia Caca ikut berlatih sepatu roda.

“Langsung bilang sama bunda dan ayah kalau pingin ikut klub Rogliss. Rasanya seneng waktu bunda sama ayah ngebolehin. Rasanya kalau main sepatu roda sama anak-anak lain itu seru,” jelas Caca.

Murid SD Al Azharul Ulum masuk Rogliss April 2016. Baru empat bulan berlatih, dia sudah mengikuti banyak kejuaraan. Progres latihannya lebih cepat berkembang dibandingkan kawan-kawan seangkatannya.

Predikat jawara diraih Caca pada kompetisi sepatu roda di Kota Solo dengan panjang lintasan 300 meter dan 500 meter untuk kategori standar. Berlanjut ke Bandung menyabet juara dua kategori standar dengan panjang lintasan 500 meter dan 1.000 meter.  

Terbaru, Caca memboyong juara pertama piala wali kota Surakarta kejuaraan sepatu roda bertaraf internasional. Dengan prestasi itu, Caca juga mendapatkan apresiasi gratis SPP selama satu tahun di sekolahnya.

“Rasanya senang bisa membawa pulang piala dan membuat bunda dan ayah selalu tersenyum. Kalau latihan aku nggak pernah telat. Karena memang aku suka sepatu roda,” ujarnya.

Ketika berlatih, lanjutnya, beberapa kali terjatuh dan mengakibatkan lecet-lecet. Tapi, hal tersebut tidak membuat pehobi baca buku ini trauma atau malas berangkat latihan.

“Selalu semangat berangkat latian. Seminggu tiga kali. Senin, Rabu dan Jumat. Terus nanti hari Minggu biasanya latian tambahan atau latihan sendiri sama bunda dan ayah. Kalau jatuh sudah sering, perih, sakit, tapi nggak apa-apa,” beber Caca. Soal cita-cita, Caca ingin menjadi dokter. Dokter gaul yang mencintai sepatu roda sebagai sarana olahraga.

 

Js: Bangga Bisa Bawa Pulang Piala

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia