Selasa, 17 Oct 2017
radarsolo
icon featured
Features

Komunitas Jajan Pahala, Ajak Anak Muda Gemar Bersedekah

Kamis, 27 Jul 2017 14:07 | editor : Bayu Wicaksono

Anggota komunitas Jajan Pahala memberikan bingkisan kepada warga yang berhak.

Anggota komunitas Jajan Pahala memberikan bingkisan kepada warga yang berhak. (DOKUMEN PRIBADI)

SOLO - Menghapus image anak muda yang lekat dengan gaya hidup hedonisme. Perlu adanya suatu komunitas yang menjadi media mereka menyisihkan sebagian uang sakunya untuk bersedekah terhadap sesama. Menyesuaikan kondisi anak muda masa kini yang tak bisa lepas dari gadget, komunitas ini menggunakan media online sebagai sarana donasi.

Komunitas Jajan Pahala adalah salah satu dari sekian banyak komunitas donasi online yang menjamur di kalangan anak muda. Konsepnya, Jajan Pahala menampung uang dari siapapun, khususnya anak muda yang ingin bersedekah tapi bingung untuk sedekah di mana agar tepat sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.

“Segmennya memang anak muda. Soalnya sedekah identik cuma buat orang tua yang sudah berpenghasilan banyak. Nah, kami ingin ajak indahnya berbagi dari usia muda. Terus anak muda selama ini terlalu semangat dan sibuk sama urusan dunianya, kayak sibuk kuliah, sibuk kerja, dan lain sebagainya. Dengan adanya Jajan Pahala ini buat bantu menyalurkan sedekah mereka,” beber volunteer Jajan Pahala asal Kota Bengawan Hanifiya Samha Wardhani kepada Radar Solo kemarin (20/6).

Dhani, sapaan akrabnya, berkisah Jajan Pahala terbentuk atas gagasan empat mahasiswi yang ingin bermanfaat bagi banyak orang. Empat founding father tersebut, mengaku sebagai mahasiswa tingkat akhir mereka belum mampu memberikan kontribusi apapun ke lingkungan sekitarnya. Nama Jajan Pahala pun dipilih lantaran mereka ingin uang yang sehari-harinya dipakai untuk jajan juga bisa membantu orang-orang sekitar dan menjadi pahala.

“Akhirnya, mereka memaksakan diri buat bisa sedekah. Sedekat pertama buat takjil untuk buka puasa sunah Senin-Kamis. Pakai uang seadanya. Nah, saat sudah berjalan, mereka cerita ke teman-teman sekitarnya. Ternyata banyak orang yang excited dan antusias banget pengen ikutan bantu. Termasuk aku,” bebernya

Secara rutin, setiap satu minggu sekali, Jajan Pahala menyedekahkan uang amanat para donatur. Sistemnya, pengumpulan dana terpusat di satu rekening. Setelah dana terkumpul, uang tersebut dibelanjakan sembako dan iftar di enam kota yang memiliki komunitas ini.

“Tahun ini acara Ramadan, Jajan Pahala hadir di enam kota, Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Cilegon, dan Jogja. Empat tahun berdiri, Alhamdulillah dari tahun ke tahun cakupannya semakin luas,” ujar Dhani.

Dhani mengungkapkan, kalau para volunteer sedang disibukkan oleh kegiatan kuliah sehingga benar-benar tidak sempat mencari tempat baru untuk menyalurkan sedekah. Biasanya volunteer hanya memberikan sedekah berupa uang ke tempat-tempat yang sudah pernah dikunjungi sebelumnya. Tentu saja tak lupa selalu mendokumentasikan setiap kegiatan kemudian diunggah di blog dan media sosial lainnya. Sehingga para donator bisa memantau kemana perginya uang yang mereka donasikan.

Salah satu program Jajan Pahala tahun ini adalah pembagian 1.000 sembako di kalangan dhuafa. Untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan, volunteer Jajan Pahala punya beberapa kriteria tertentu. Sehingga meminimalisir sembako yang salah sasaran. Nah, pembagiannya dengan cara on the road. Para volunteer wajib berkeliling ke belahan kota untuk mencari para dhuafa di pinggir jalan. Namun sering kali pembagian sembako juga dilakukan dengan datang langsung ke panti asuhan yang memang sudah terkualifikasi sebagai klasifikasi duafa.

“Selain itu, Jajan Pahala juga ada event bagi takjil. Kami pakai lima persen donasi yang terkumpul untuk dibelikan takjil. Dibagi gratis ke orang-orang di jalan yang berpuasa,” lanjut Dhani.

Tahun ini, Jajan Pahala menargetkan total donasi yang terkumpul sebesar Rp 150 juta. Di luar dugaan, donasi yang terkumpul justru melebihi target mencapai Rp 190 juta. Donasi tersebut kemudian dibagi rata ke enam kota untuk disalurkan ke mereka yang membutuhkan.

Jajan Pahala berharap bisa secara rutin memberikan manfaat bagi orang lain hingga mereka tua nanti. “Awal aku gabung Jajan Pahala niatnya pengen bisa berbagi lebih sama orang-orang yang membutuhkan. Biar tahu caranya bersyukur. Dan bener aja, seneng banget rasanya habis acara selesai. Walaupun capek tapi bahagianya dari hati banget bisa berbagi ke sesama. Tahun depan rencananya aku pengen buka cabang Jajan Pahala di Solo,” tandas Dhani. 

(rs/aya/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia