Rabu, 20 Sep 2017
radarsolo
Wonogiri

Delapan Telaga Mengering, Warga di Wonogiri Mulai Beli Air Bersih

Sabtu, 15 Jul 2017 17:05 | editor : Bayu Wicaksono

Tanda-tanda kemarau panjang sudah mulai dirasakan warga di sebagaian wilayah Wonogiri Selatan.

Tanda-tanda kemarau panjang sudah mulai dirasakan warga di sebagaian wilayah Wonogiri Selatan. (Dok. Radar Solo)

WONOGIRI - Delapan telaga di Kecamatan Pracimantoro, sudah mulai mengering di musim kemarau. Hanya empat telaga dan embung yang masih menyisakan air. Alhasil, sebagian warga kecamatan tersebut terpaksa membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Camat Pracimantoro Warsito mengatakan, ada 12 telaga dan embung di wilayahnya. Dari 12 telaga itu, hanya empat yang airnya masih banyak. Lainnya sudah mulai mengering. “Yang sudah kering ada delapan,” kata Warsito di DPRD Wonogiri, Jumat kemarin (14/7). 

Menurut Warsito, telaga yang masih terisi air antara lain telaga Dusun Bakalan di Desa Gambirmanis, telaga Desa Joho serta telaga Dusun Mesu dan Digal di Desa Sumberagung. “Warga sudah mulai membeli air, seperti biasanya di musim-musim kemarau,” ujarnya. 

Menurut Warsito, sebagian penduduk Kecamatan Pracimantoro kini membeli air melalui truk-truk tangki yang dijual keliling. Adapun harga air bersih mencapai Rp 150 ribu per tangki ukuran 6 ribu liter. Tapi, harga tergantung dari jauh dekatnya pengiriman air.  “Sampai Gambirmanis, harga airnya sudah mencapai Rp 150 ribu per tangki,” terangnya.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mulai memetakan daerah rawan kekeringan pada Juni hingga Juli 2017. Tujuan dilakukan pemetaan ini adalah untuk mengetahui keberadaan sumber- sumber mata air dan memastikan potensi air tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. “Ini untuk mengantisipasi juga bila nanti terjadi kekeringan,” kata Joko Hutomo, kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Wonogiri. 

Menurut Joko, wilayah Wonogiri bagian selatan, seperti Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, Karangtengah, dan Giriwoyo adalah daerah yang paling rawan kekeringan pada saat musim kemarau. BPBD akan melakukan dropping air bersih bagi wilayah-wilayah tersebut apabila menerima laporan kurangnya ketersediaan air bersih pada musim ini.

“Saat kemarau wilayah selatan Wonogiri mengalami kekeringan sehingga perlu supply air bersih. Dropping air bersih sering dilakukan bersama unsur terkait, namun saat ini belum dilakukan. Saat ini proses pemetaan kekeringan dan tahap inventarisasi yang kami lakukan,” tandasnya. (bun)

(rs/kwl/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia