Sabtu, 23 Sep 2017
radarsolo
Wonogiri

Gedung Islamic Center Wonogiri Mangkrak

Jumat, 14 Jul 2017 18:10 | editor : Bayu Wicaksono

Bangunan yang semula akan digunakan untuk Islamic Center Wonogiri ini sudah enam tahun kondisinya mangkrak.

Bangunan yang semula akan digunakan untuk Islamic Center Wonogiri ini sudah enam tahun kondisinya mangkrak. (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)

WONOGIRI - Bangunan yang akan digunakan untuk Islamic Center Wonogiri di belakang Kantor Kelurahan Giriwono Kecamatan Wonogiri sudah 6 tahun mangkrak. Bahkan, kondisinya sudah rusak dipenuhi coretan dinding dan sering dijadikan tampat mabuk-mabukan. Pemkab sedang mengkaji bangunan ini. Bila tidak jelas sumber dananya akan dirobohkan. 

Gedung ini sudah dibangun sejak 2010. Rencana awal memang akan digunakan untuk Islamic Center Wonogiri. Namun dalam perjalanan ternyata pembangunan terhenti. Atapnya sudah banyak yang rusak karena gentingnya pecah. Temboknya dipenuhi coretan-coretan dengan cat pilox yang tidak jelas maksudnya. Di sekitar bangunan saat ini juga sudah dipenuhi rumput ilalang.  “Sudah lama mangkrak, sejak 2010 atau 2011 lalu,” kata Kepala Kelurahan Giriwono Triy Wiyatmoko, Kamis (13/7). 

Menurutnya, bangunan seluas kurang lebih 10 x 10 meter itu berdiri di lahan bekas lapangan sepak bola seluas 2,1 hektare. Karena lamanya mangkrak, bangunan tersebut kerap kali digunakan untuk hal-hal negatif. “Makanya kami minta penjelasan tindak lanjut dari bangunan itu,” katanya. 

Dikonfirmasi terkait hal itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Jekek) mengakui bahwa pihaknya sudah menerima laporan bahwa bangunan mangkrak yang sedianya akan dijadikan Islamic Center Wonogiri itu kerap dijadikan lokasi melakukan hal yang tidak baik. 

“Kami akan inventarisasi dan akan kami keluarkan regulasi baru untuk membatalkan regulasi bupati yang lama,” kata Jekek di pendapa Pemkab Wonogiri.  

Menurut Jekek, informasi yang dia peroleh, mangkraknya bangunan itu karena dalam proses bangunan tidak direncanakan dengan baik. Karena itu, saat ground breaking sudah dibangun, namun hingga saat ini pembangunan tidak dilanjutkan. “Makanya akan kami kaji ulang. Pemkab sudah membentuk tim untuk menginventarisasi aset kabupaten,” kata Jekek. 

Pihaknya akan mengkaji dari mana anggaran untuk pembangunan islamic center tersebut. Jika tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka bangunan akan dirobohkan. 

“Kami kan kekurangan ruang terbuka hijau. Makanya akan kami telusuri, dari mana dananya. Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan mending dirobohkan dan diganti dengan fasilaitas publik lain,” tegas Jekek. (bun)

(rs/kwl/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia