Kamis, 21 Sep 2017
radarsolo
Kombis
Lebih Efektif Deteksi Kanker

RS Indriati Solo Baru Datangkan Alat Mammografi Digital

Rabu, 12 Jul 2017 14:07 | editor : Bayu Wicaksono

Dr Hauw dari Jerman menjelaskan tentang kelebihan mammografi digital di RS Indriati.

Dr Hauw dari Jerman menjelaskan tentang kelebihan mammografi digital di RS Indriati. (NOVITA RAHMAWATI/RADAR SOLO)

SOLO – Penggunaan peralatan medis dengan teknologi terbaru menjadi salah satu bagian dari peningkatan layanan kesehatan oleh rumah sakit (RS). Hal ini disadari benar oleh RS Indriati Solo Baru yang baru saja mendatangkan alat pendeteksi kanker mammografi digital.

Alat pendeteksi dari Jerman ini punya sejumlah keunggulan. Penggunaannya lebih mudah, efektif, dan murah. Di sisi lain, alat ini juga memberikan kenyamanan kepada pasien lantaran tak menimbulkan efek peradangan.

Dr med Go Hauw Ting yang menjadi pembicara dalam seminar di RS setempat kemarin (11/7) mengatakan,  dia telah menggunakan mammografi digital untuk pasiennya di Jerman. Umumnya, saat ini deteksi kanker payudara hanya menggunakan magnetic resonance imaging (MRI). Namun ternyata penggunaan MRI ini bisa menimbulkan peradangan bagi pasien.

”Bahkan, peradangannya baru sembuh setelah setengah tahun hingga satu tahun kemudian,” ucap dr Hauw.

Ia menambahkan, penggunaan mammografi digital ini juga lebih efektif dalam mendeteksi kanker. Sebab ketika menggunakan MRI, pengapuran cenderung masih sulit terdeteksi.

”Tapi, dengan mammografi digital yang menggunakan sonografi hasilnya akan lebih akurat. Keakuratannya mencapai 80 persen,” papar dr Hauw.

Dengan sonografi, ditentukan biopsi untuk melihat jenis tumornya, jinak atau ganas. Selanjutnya adalah menentukan langkah pengobatan. Selain efektif untuk mendeteksi kanker, mammografi digital juga sangat efektif mendeteksi benjolan yang berasal dari pengapuran.

Hanya, penggunaan mammografi digital tidak disarankan untuk pasien di bawah usia 30 tahun.”Untuk pasien di bawah 30 tahun, lebih baik menggunakan sonografi saja,” jelasnya.

Sementara itu, pembicara lain dr Nolli Kressoni, SpRad menyatakan, peralatan medis mammografi digital sudah hadir di RS Indriati. Untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker dalam tubuh, kata dia, memang harus dilakukan pemeriksaan rutin. Bisa setengah tahun atau minimal satu tahun sekali.

”Orang yang sudah pernah kena kanker, punya potensi untuk muncul kembali.

Maka, dilakukan pemeriksaan setiap enam bulan atau satu tahun sekali. Ini untuk mendeteksi kembali atau paling tidak sebagai bahan evaluasi,” tandas dr Nolli. (ria)

(rs/vit/bay/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia