Senin, 22 Jan 2018
radarsolo
Solo

Festival Hadrah: 8 Kali Digelar, Tapi Hanya Gebyar

Sabtu, 15 Apr 2017 20:00

Festival Hadrah: 8 Kali Digelar, Tapi Hanya Gebyar

Festival Hadrah tahun ini harus lebih meningkat dari sisi kualitas. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Sudah kesekian kali Festival Hadrah digelar di Kota Bengawan. Namun dari tahun ke tahun belum ada peningkatan berarti, baik dari sisi kualitas maupun arah penyelenggaraan.

 

Bahkan, festival yang digadang-gadang menjadi event religi untuk membangkitkan kembali seni budaya Islam ini dinilai masih monoton dan tak inovatif. Alias baru sebatas gebyar.

 

”Sebenarnya ini (Festival Hadrah) merupakan potensi luar biasa yang dimiliki Solo. Semestinya bisa digarap secara optimal, tidak hanya membidik keramaian dan mendatangkan orang,” ujar Anggota Badan anggaran (Banggar) DPRD Siti Muslikah kepada wartawan Kamis (14/4).

 

Beberapa poin dicatat dan diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi. Di antaranya, saat satu peserta sedang tampil, peserta berikutnya sudah datang karena jaraknya yang berdekatan. Selain itu, semua peserta sama-sama memainkan rebana sehingga agak kesulitan membedakan satu dengan yang lain.

 

"Kalau memang niatnya dilombakan, semestinya dikemas dengan lebih baik. Sehingga saat peserta tampil  bisa dinikmati dan dinilai dengan baik,” papar Siti.

 

Lebih lanjut dikatakan dia, konsep pertunjukan dalam bentuk karnaval justru membuat masyarakat atau penonton semakin tidak bisa menikmati event.

 

Harusnya Festival Hadrah bisa dikemas dengan membuat panggung. Peserta bisa unjuk gigi di panggung sehingga penampil juga bisa mempersembahkan pertunjukan secara all out.

 

Anggota Banggar yang lain Maria Sri Sumarni berharap ada evaluasi secara menyeluruh untuk Festival Hadrah. Dengan demikian, festival tak sekadar nampak ramai dengan banyak peserta, melainkan juga memberi manfaat bagi masyarakat. Tahun ini Festival Hadrah akan digelar pada Senin (24/4). (vit/ria)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia